Genap Setahun, Danantara Paparkan Sejumlah Capaian Kinerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 11:22
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto dengan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani Presiden Prabowo Subianto dengan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia genap berusia setahun.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara Indonesia difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola, sekaligus memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi dasar transformasi pengelolaan aset negara. 

“Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ucap Rosan dalam keterangan tertulisnya, Kamis 12 Maret 2026.

Baca juga: Prabowo Targetkan Danantara Setor Rp800 Triliun ke Negara Setiap Tahun

Sebagai entitas induk yang menjalankan mandat pengelolaan strategis aset negara, BPI Danantara pada tahun pertama berfokus pada pembangunan fondasi tata kelola kelembagaan.

Sepanjang tahun 2025, BPI Danantara telah menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola (governance framework) yang diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional.

Dalam mendukung stabilitas dan penguatan fundamental perusahaan negara, Danantara Indonesia juga berperan dalam mendukung pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah.

Diantaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, serta pengembangan perumahan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan pekerjaan.

BPI Danantara juga memperkuat dimensi dampak sosial melalui pembentukan Yayasan Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025. 

Inisiatif ini dirancang sebagai platform filantropi sovereign wealth fund yang mendorong investasi sosial di sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi.

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem global, Danantara juga menginisiasi forum SWF Philanthropy Learning Lab bersama berbagai lembaga internasional untuk memperkuat praktik terbaik pengelolaan dana sosial jangka panjang.

Penguatan fondasi kelembagaan ini turut tercermin dalam persepsi publik, dengan sekitar 93 persen pemberitaan mengenai Danantara Indonesia berada dalam sentimen positif, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap arah transformasi yang sedang dijalankan.

Baca juga: Rosan: Tahun Pertama Danantara Fokus Bangun Fondasi Tata Kelola dan Transformasi Aset Negara

Melalui Danantara Asset Management (DAM), Danantara Indonesia menjalankan mandat pengelolaan dan transformasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan fokus pada restrukturisasi bisnis dan keuangan, streamlining dan konsolidasi portofolio, serta pengembangan usaha pada sektor-sektor strategis. 

"Upaya ini diarahkan untuk membangun perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Danantara Indonesia yang lebih adaptif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi perekonomian nasional," ungkap Rosan.

Sebagai bagian dari penataan portofolio BUMN secara menyeluruh, Danantara Asset Management (DAM) menjalankan proses streamlining secara bertahap melalui berbagai langkah strategis seperti likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas. 

Proses ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang kuat, disiplin portofolio, serta pendekatan berbasis kinerja guna memastikan setiap entitas BUMN memiliki peran strategis yang jelas dalam ekosistem ekonomi nasional. 

Langkah ini sekaligus diarahkan untuk membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, fokus, serta memiliki fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Di sisi pengembangan industri nasional, Danantara Indonesia melalui Danantara Asset Management (DAM) juga mendorong berbagai inisiatif hilirisasi lintas sektor dengan potensi nilai investasi sekitar USD26 miliar yang diharapkan dapat memperluas kapasitas industri. 

Sejumlah proyek telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026, mencakup pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioethanol, industri ayam terintegrasi, serta pengolahan garam industri. 

Inisiatif serupa juga akan terus dikembangkan pada sektor mineral, energi, pangan, dan agrikultur di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri nasional serta menciptakan nilai ekonomi riil yang berkelanjutan.

Melalui langkah-langkah tersebut, Danantara Asset Management (DAM) berperan sebagai motor transformasi portofolio BUMN untuk membangun perusahaan negara yang lebih sehat, produktif, dan mampu menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Baca juga: Prabowo: Danantara Harus Jaga dan Kelola Kekayaan Negara untuk Masa Depan Bangsa
 
Sementara itu, Danantara Investment Management (DIM) menjalankan peran sebagai lengan investasi global Danantara yang bertugas menarik investasi strategis serta memperluas kemitraan internasional.

Dalam tahun pertama operasionalnya, DIM telah menjalin 11 kemitraan strategis global melalui berbagai memorandum of understanding (MoU) dengan komitmen investasi yang mencapai sekitar Rp346 triliun, guna menyalurkan investasi asing dan keahlian global ke berbagai sektor prioritas di Indonesia.

DIM juga memperluas kapasitas investasi nasional dengan menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp150 triliun, melalui kombinasi berbagai instrumen keuangan termasuk pinjaman, penyertaan modal, penerbitan patriot bonds, serta fasilitas revolving credit facility (RCF) dari institusi global.

Selain itu, DIM juga memulai berbagai proyek investasi strategis, termasuk partisipasi dalam pengembangan proyek Kampung Haji di Mekkah yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal global serta meningkatkan multiplier effect ekonomi bagi Indonesia.

DIM juga mendorong investasi pada berbagai proyek pembangunan nasional, termasuk co- investment pada fasilitas waste-to-energy, yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional hingga sekitar Rp1,3–1,6 triliun per tahun selama masa konstruksi.

Sebagai simbol komitmen terhadap masa depan anak bangsa, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di seluruh Indonesia. 

Program ini dilaksanakan secara serentak oleh BUMN di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan Generasi Emas Indonesia.

Paket perlengkapan sekolah tersebut terdiri dari tas sekolah, buku tulis, kotak pensil, alat tulis, penggaris, dan tumbler yang didistribusikan kepada anak-anak di berbagai provinsi di Indonesia.
 
“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia.” tutup Rosan.

x|close