Komisi XI DPR Tetapkan Lima Anggota Dewan Komisioner OJK Periode 2026–2031

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 10:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Friderica Widyasari Dewi terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK setelah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA) Friderica Widyasari Dewi terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK setelah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Komisi XI DPR RI pada Rabu menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebanyak 10 kandidat yang sebelumnya diajukan oleh panitia seleksi dari pemerintah mengikuti proses tersebut.

Setelah menjalani rangkaian uji kelayakan dan rapat internal, Komisi XI akhirnya menetapkan lima nama yang dinilai layak untuk menduduki posisi Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan keputusan tersebut di Gedung DPR RI, Jakarta, usai proses fit and proper test selesai dilakukan.

“Hari ini Komisi XI telah memutuskan hasil fit and proper test atas calon Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031 untuk 5 jabatan, yaitu ada 10 yang melakukan fit and proper dan diputuskan ada 5 jabatan yang diisi,” kata Mukhamad Misbakhun.

Ia menjelaskan bahwa nama-nama yang dinyatakan lolos akan diserahkan kepada pimpinan DPR RI untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat paripurna yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis 12 Maret 2026.

Lima kandidat yang terpilih yakni:

Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, serta Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Kiki memiliki pengalaman panjang di sektor pasar modal sebelum bergabung dengan OJK.

Baca Juga: Komisi XI DPR Sepakati Friderica Widyasari Sebagai Ketua DK OJK 2026–2031

Perempuan kelahiran 28 November 1975 itu pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia pada 2009–2015.

Setelah itu ia beralih menjadi Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 2015–2016, lalu dipercaya sebagai Direktur Utama KSEI pada 2016 hingga 2019.

Kiki juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas pada 2020–2022. Ia meraih gelar doktor di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan dari Universitas Gadjah Mada pada 2019.

Di OJK, ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen sekaligus Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre sejak 2023.

Sebelum terpilih sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, Kiki juga sempat dipercaya menjadi Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK setelah Mahendra Siregar meninggalkan jabatan tersebut pada 30 Januari.

Hernawan Bekti Sasongko yang kini ditetapkan sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK memiliki latar belakang pendidikan dari Universitas Kristen Indonesia dan Royal Melbourne Institute of Technology di Australia.

Ia memiliki pengalaman panjang di sektor ekonomi dan keuangan, termasuk pernah menjadi Senior Economist Bank Indonesia di New York pada 2003–2006 serta Kepala Divisi Analis Ekonomi Senior Departemen Internasional Bank Indonesia pada 2010–2013.

Di OJK, Hernawan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Deputi Komisioner Manajemen Strategis pada 2016–2017, Advisor Senior sekaligus Deputi Komisioner Strategic Committee pada 2017–2020, serta Deputi Komisioner Internasional dan Riset pada 2020–2022. Sejak 2023, ia juga menjabat sebagai Anggota Badan Supervisi OJK dan Komisaris Utama PT Kliring Berjangka Indonesia.

Sementara itu, Hasan Fawzi yang terpilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon memulai kariernya di PT Kliring Depositori Efek Indonesia pada 1993–1997.

Ia kemudian melanjutkan karier di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997–2008.

Hasan juga pernah menjabat sebagai Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia pada 2008–2012, Direktur Utama KPEI selama dua periode pada 2012–2015 dan 2015–2018, serta Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia pada 2018–2022.

Ia meraih gelar Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008.

Sebelum terpilih pada posisi barunya, Hasan telah menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK sejak 2023 dan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

Baca Juga: Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK yang Baru Terpilih

Hasan Fawzi terpilih menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK setelah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. K ANTAR <b>(Antara)</b> Hasan Fawzi terpilih menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK setelah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. K ANTAR (Antara)

Dicky Kartikoyono yang ditunjuk sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen sebelumnya menempuh pendidikan sarjana akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI dan meraih gelar magister di George Washington University dengan konsentrasi Project Management.

Ia memulai karier di Bank Indonesia sejak 1995 dan pernah menduduki berbagai posisi penting, termasuk Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola, Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London, serta Pegawai Setingkat Direktur Eksekutif di kantor perwakilan tersebut.

Sejak Mei 2023, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia.

Adapun Adi Budiarso yang kini menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto memiliki latar belakang panjang di Kementerian Keuangan.

Ia meraih Diploma IV dari STAN, gelar Master of Accounting dari University of Southern California, serta Doctor of Business Administration dari University of Canberra.

Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua sekaligus Wakil Ketua OJK yang Baru

Dalam kariernya, Adi pernah menjabat sebagai Kepala Central Transformation Office di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada 2014–2018, serta memegang sejumlah posisi penting di Badan Kebijakan Fiskal, termasuk Kepala Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral serta Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan.

Pada Juni 2025, Adi dilantik menjadi Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan sebelum akhirnya terpilih sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK.

(Sumber: Antara)

x|close