Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespos pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut anggaran pengadaan kapal untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah dicairkan, namun belum dirasakan oleh industri galangan kapal dalam negeri.
Trenggono meluruskan pendanaan pembangunan kapal yang dipersoalkan tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah Inggris.
"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK (Inggris),” tulis Trenggono dalam akun Instargram pribadinya @swtrenggono, Selasa 10 Februari 2026.
Lebih lanjut, Trenggono meminta Purbaya untuk bertanya kepada jajarannya terkait kucuran dana untuk anggaran pengadaan kapal.
Baca juga: Survei IPI Ungkap Sjafrie Hingga Purbaya Masuk dalam Bursa Capres 2029
"Coba anda tanya dulu deh sama anak buah anda, bener gak itu uang kapal sudah di kucurkan?," lanjutnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena anggaran pengadaan kapal untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak dirasakan oleh industri galangan kapal dalam negeri.
Hal ini karena belum ada pesanan kapal yang masuk ke pelaku industri dalam negeri, meskipun anggaran sudah disiapkan pemerintah.
Purbaya menegaskan, anggaran pengadaan kapal untuk KKP sebenarnya sudah dikucurkan.
“Kan aneh, nnggak masuk akal, uangnya gua keluarin, ordernya nggak ada. Ini apa-apaan? Ini mungkin Kadin kurang aktif apa gimana nih?” ujar Purbaya.
Baca juga: Purbaya Bongkar Modus Kongkalikong Pengusaha dan Petugas Pajak: Akan Kita Kejar
Lebih lanjut, Bendahara Negara itu mempertanyakan lambannya penyerapan anggaran tersebut, padahal pemerintah tengah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja negara.
"Kenapa KKP belum ada order? Belum ada order ke sana, kan, kita mendorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya sudah saya anggarin, rugi saya, Pak,” tandasnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (Sekretariat Presiden)