KPI Catat Kinerja Operasional Positif Sepanjang Tahun 2025

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 18:56
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman dalam Town Hall Meeting KPI yang digelar di Jakarta, pada Jumat, 30 Januri 2026. Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman dalam Town Hall Meeting KPI yang digelar di Jakarta, pada Jumat, 30 Januri 2026. (Pertamina )

Ntvnews.id, Jakarta - Kilang Pertamina Internasional (KPI) membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025. Capaian positif tersebut disampaikan Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman dalam Town Hall Meeting KPI yang digelar di Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026.

Taufik mengungkapkan, peningkatan kinerja terlihat dari total bahan baku yang berhasil diolah selama periode Januari hingga Desember 2025 yang mencapai lebih dari 330 juta barel. Bahan baku tersebut terdiri atas minyak mentah, produk intermedia seperti Naphta dan HOMC, serta gas.

"Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni sekitar 315 juta barel atau diatas target sekitar 5,8%," jelas Taufik.

Selain peningkatan volume pengolahan, KPI juga mencatatkan efektivitas proses yang semakin baik. Sepanjang periode yang sama, total yield valuable product mencapai 83 persen dari total intake.

Capaian tersebut mencerminkan optimalnya proses pengolahan kilang dalam menghasilkan BBM, NBBM, dan produk petrokimia. Untuk mendukung hal itu, KPI secara konsisten menjaga keandalan kilang yang tercermin dari capaian indikator Plant Availability Factor (PAF).

Baca Juga: Satu Juta Barel Minyak Aljazair Tiba di Indonesia, Bukti Komitmen Ketahanan Energi Pertamina

"Secara umum, operasional kilang menunjukkan tren positif dengan upaya meningkatkan intake, yield valuable kilang, melaksanakan program efisiensi energi, serta menjaga kehandalan kilang," jelas Taufik.

Sejumlah pencapaian strategis juga berhasil diraih KPI sepanjang 2025. Di Kilang Cilacap, KPI melakukan inovasi melalui perubahan mode operasi lewat program Block Mode Kilang 1 Cilacap yang berdampak pada peningkatan produksi produk bernilai tinggi.

"Di kilang Cilacap, KPI berinovasi dengan melakukan perubahan mode operasi melalui program Block Mode Kilang 1 Cilacap. Dampaknya Kilang Cilacap mampu menghasilkan lebih banyak produk Valuable mencapai angka 89%," kata Taufik.

Upaya optimasi juga dilakukan pada aspek pengadaan bahan baku, disertai diversifikasi produk. KPI berhasil meningkatkan produksi produk bernilai jual tinggi dan ramah lingkungan atau low sulphur, termasuk pengembangan produk biofuel seperti Green Diesel/HVO serta Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF).

Baca Juga: Pertamina EP Cepu Raih Penghargaan Employee Engagement of the Year di Bangkok

Dari sisi keberlanjutan, pengukuran aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) menunjukkan capaian peringkat “BB” yang mencerminkan kinerja keberlanjutan yang solid dan pengelolaan risiko ESG yang terstruktur. Pada aspek manajemen risiko, KPI berada pada level Praktik yang Baik dengan Risk Maturity Index di kisaran 3,30–3,50.

"KPI juga memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada aspek finansial dengan mendapatkan peringkat "BBB" credit rating dari dari S&P dan Fitch. Ini mencerminkan fundamental keuangan yang solid," ujar Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menyebut Proyek RDMP Balikpapan (Refinery Development Master Plan) sebagai salah satu capaian strategis yang monumental, tidak hanya bagi KPI tetapi juga bagi Pertamina secara keseluruhan.

Proyek ini mencakup modernisasi kilang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan hingga 360 ribu barel per hari, peningkatan kualitas produk setara Euro 5, serta peningkatan kompleksitas kilang sebagai bagian dari penguatan infrastruktur energi terintegrasi.

Baca Juga: Universitas Pertamina Kembangkan AI BiCaps-DBP untuk Percepat Riset Protein DNA

"Proyek modernisasi kilang yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan hingga mencapai 360 ribu barrel per hari, kualitas produk yang setara euro 5, dan kompleksitas kilang yang meningkat merupakan bagian dari infrastruktur energi terintegrasi yang dibangun Pertamina," kata Taufik.

Sebagai catatan, Proyek RDMP Balikpapan telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026. Menutup pemaparannya, Taufik menegaskan peran kilang dalam mendukung kemandirian energi nasional.

"Kilang adalah mata rantai swasembada energi. Semoga pencapaian 2025 menjadi pijakan anak tangga untuk meraih kinerja yang lebih baik lagi ditahun 2026," tutup Taufik.

x|close