Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan konsolidasi 15 badan usaha milik negara (BUMN) di sektor asuransi menjadi tiga perusahaan dapat diselesaikan pada 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja industri asuransi nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan proses konsolidasi saat ini tengah berjalan dan akan dipercepat pada tahun ini agar target penyederhanaan struktur perusahaan asuransi BUMN dapat tercapai.
“Kita punya 15 perusahaan asuransi yang saat ini sedang dilakukan proses konsolidasi. Tahun 2026 ini akan kami 'push' untuk dilakukan (konsolidasi), hanya akan menjadi 3 perusahaan asuransi,” ujar Dony dalam acara “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” yang digelar di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, tiga perusahaan asuransi hasil konsolidasi tersebut nantinya mencakup asuransi jiwa, asuransi umum, serta asuransi kredit. Namun, khusus untuk asuransi kredit, Danantara masih melakukan kajian lebih lanjut bersama otoritas terkait.
“Tapi yang asuransi kredit masih kami review juga. Nanti akan dibagi mana yang memang asuransi umum murni, mana yang penjaminan. Ini kami sedang diskusikan dengan OJK,” kata Dony.
Baca Juga: Danantara Targetkan Laba BUMN Tembus Rp350 Triliun Pada 2026
Danantara Indonesia (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)
Menurut dia, sektor asuransi menjadi salah satu industri yang membutuhkan penguatan tata kelola secara serius. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Danantara telah dua kali melakukan pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna membahas berbagai aspek strategis industri asuransi.
Pembahasan tersebut mencakup evaluasi tata kelola, pemetaan potensi risiko, serta peluang pertumbuhan perusahaan asuransi ke depan. Dony mengakui bahwa perusahaan asuransi milik BUMN menghadapi berbagai tantangan yang tidak sederhana.
“Kami lakukan pemetaan permasalahan yang ada di perusahaan asuransi BUMN. Harus diakui, bahwa perusahaan-perusahaan asuransi di BUMN menghadapi persoalan yang tidak sedikit,” kata Dony.
Baca Juga: Danantara Targetkan Groundbreaking Proyek DME Februari 2026
Ia menambahkan, permasalahan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan aspek keuangan. Meski demikian, Danantara saat ini memfokuskan langkah strategis pada konsolidasi sebagai fondasi perbaikan menyeluruh.
Sebelumnya, pada September 2025, Managing Director Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar menyampaikan bahwa tahapan konsolidasi diawali dengan klasterisasi seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi di bawah satu payung besar, yakni Indonesia Financial Group (IFG) Holding. Saat ini, tidak seluruh perusahaan asuransi BUMN berada di bawah IFG.
Ia juga menegaskan bahwa proses konsolidasi tetap membuka peluang dilakukannya restrukturisasi lanjutan apabila dibutuhkan sesuai hasil evaluasi.
(Sumber: Antara)
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu 26 November 2025 ANTARA/Bayu Saputra/pri. (Antara)