Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 27 Januari 2026 bergerak melemah di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
Dikutip dari Antara, IHSG dibuka melemah 0,75 poin atau 0,01 persen ke posisi 8.974,57.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,70 poin atau 0,19 persen ke posisi 880,72.
“Perhatian pasar tertuju pada rapat The Fed, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan, sambil memberi sinyal kemungkinan dua pemangkasan 25 bps hingga akhir 2026,” kata Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis, Segram Jadi Rp2.916.000
Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 27-28 Januari 2026, yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya.
Selain itu, pelaku pasar akan fokus terhadap pidato Ketua The Fed Jerome Powell, yang akan menyampaikan terkait inflasi, ketahanan ekonomi, serta arah kebijakan moneter di masa depan.
Di sisi lain, pelaku pasar akan mencermati data perumahan AS yaitu FHFA House Price Index, yang akan menjadi indikator tekanan inflasi dan potensi pengaruh terhadap dolar serta imbal hasil obligasi AS.
Dari kawasan Eropa, pelaku pasar mencermati Uni Eropa yang resmi menyetujui pelarangan impor gas dari Rusia secara bertahap hingga 2027.
Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar tertuju pada arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) pasca pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung.
Pada hari ini, ia mengatakan pelaku pasar akan mencermati Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang dapat memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter, fiskal, dan langkah stabilisasi pasar ke depan.
Di pasar valuta (valas), indeks dolar AS melemah ke level terendah dalam empat bulan, didorong aksi jual, spekulasi intervensi Yen, serta ketidakpastian politik AS terkait ancaman government shutdown, yang memberi potensi arus modal ke aset berdenominasi Rupiah dan mendukung pergerakan positif pasar domestik.
Baca juga: Catatan Hattrick Rekor Tertinggi IHSG di Era Pemerintahan Prabowo
Pada perdagangan Senin (26/1), bursa saham Eropa mayoritas menguat, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,12 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,05 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,13 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,15 persen.
Sementara itu, bursa AS Wall Street kompak menguat pada Senin, di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,64 persen ditutup di level 49.4212,40, indeks S&P 500 menguat 0,50 persen ke level 6.950,30, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,42 persen ditutup di 25.713,21.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 94,69 poin atau 0,18 persen ke 52.980,00, indeks Shanghai melemah 8,06 atau 0,20 persen ke 4.124,54, indeks Hang Seng menguat 302,67 poin atau 1,13 persen ke 27.068,19, dan indeks Strait Times menguat 46,95 poin atau 0,97 persen ke 4.907,89.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026 bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.780 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.782 per dolar AS.
Ilustrasi grafik saham