Dulu Berjualan Jeruk dengan Sepeda Motor, Kini Jaringan Usaha Antoni Mampu Kirim hingga 3 Truk Sehari Berkat Pemberdayaan BRI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Okt 2026, 15:50
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Antoni memperlihatkan hasil panen jeruk Semboro berkualitas di stand bazar UMKM BRI, mencerminkan peningkatan kapasitas dan skala usaha setelah mendapat dukungan pembiayaan serta pendampingan. Antoni memperlihatkan hasil panen jeruk Semboro berkualitas di stand bazar UMKM BRI, mencerminkan peningkatan kapasitas dan skala usaha setelah mendapat dukungan pembiayaan serta pendampingan.

Ntvnews.id, Jakarta - Dari jeruk yang dulu dibawa menggunakan motor, kini Antoni mampu mengirim hingga tiga truk jeruk dalam sehari ke berbagai wilayah Indonesia. Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bagaimana akses permodalan dan pendampingan dapat membantu usaha dari desa tumbuh lebih besar dan menjangkau pasar yang semakin luas.

Perjalanan Antoni dalam mengembangkan usaha jeruk Semboro, Jember, Jawa Timur, bermula dari usaha keluarga yang dirintis oleh sang ibu sebagai petani sekaligus pedagang jeruk. Sejak 1997, Antoni mulai menekuni budidaya jeruk dan secara bertahap memperluas usahanya ke sektor perdagangan serta pengiriman antardaerah pada 2001.

Berbekal pengalaman yang diwariskan keluarganya, Antoni kini mengelola usaha secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya, penyewaan kebun, hingga distribusi jeruk ke berbagai wilayah Indonesia.

Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, Antoni menyadari bahwa keterbatasan modal masih menjadi salah satu kendala. Padahal, mereka memiliki potensi pasar dan peluang untuk meningkatkan volume perdagangan. Berangkat dari kondisi tersebut, Antoni menginisiasi pembentukan klaster usaha yang beranggotakan 22 orang, dengan mayoritas anggota merupakan pedagang kecil.

Baca Juga: BRI Tembus Top 50 Emiten BigCap IICD 2026, Bukti Tata Kelola Jadi Fondasi Kinerja Solid yang Berkelanjutan

Melalui klaster ini, para anggota memperoleh akses pembiayaan dari BRI, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan pembelian hasil panen dari petani.

“Teman-teman pedagang kecil sebenarnya punya pasar dan kemauan untuk berkembang, tetapi sering terkendala modal. Mereka ingin membeli jeruk lebih banyak dari petani, tetapi kemampuan modalnya terbatas. Karena itu, kami mencoba membentuk klaster agar bisa berkembang bersama dan memanfaatkan akses pembiayaan dari BRI. Alhamdulillah, setelah mendapatkan dukungan modal, kemampuan membeli dan menjual mereka mulai meningkat,” ujar Antoni dalam keterangannya, Jumat, 29 Oktober 2026.

Dukungan pembiayaan tersebut secara bertahap mendorong perkembangan usaha para anggota klaster. Dalam kurun waktu sekitar empat hingga lima tahun, sejumlah pedagang yang sebelumnya hanya mengandalkan sepeda motor untuk mengangkut hasil panen mulai beralih menggunakan kendaraan roda tiga.

Peningkatan kapasitas angkut ini memungkinkan para pedagang membeli jeruk dalam jumlah lebih besar, memperluas jangkauan distribusi, sekaligus meningkatkan skala usaha mereka.

Antoni saat melayani pembeli di gerai Klaster Usaha Jeruk Semboro dalam ajang bazar UMKM, sebagai bagian dari upaya pembinaan dan perluasan pasar produk lokal melalui program pemberdayaan BRI. Antoni saat melayani pembeli di gerai Klaster Usaha Jeruk Semboro dalam ajang bazar UMKM, sebagai bagian dari upaya pembinaan dan perluasan pasar produk lokal melalui program pemberdayaan BRI.

Selain memperoleh akses pembiayaan, klaster yang dikoordinasikan Antoni juga mendapatkan dukungan sarana usaha berupa timbangan, peti buah, dan keranjang bambu. Para anggota turut memperoleh pembinaan melalui program Desa BRILiaN serta kesempatan mengikuti berbagai kegiatan bazar untuk memperkenalkan jeruk Semboro kepada pasar yang lebih luas.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas usaha, tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga pengelolaan dan pemasaran produk.

Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp144 Triliun kepada 2,76 Juta Debitur, Jadi Motor Penggerak Sektor Produktif dan UMKM Nasional

Pertumbuhan usaha jeruk Semboro turut menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Meningkatnya aktivitas perdagangan membuka kebutuhan tenaga kerja dalam berbagai tahapan usaha, mulai dari pemetikan, penanganan dan pengemasan buah, hingga pengangkutan serta distribusi. Pedagang pengumpul umumnya melibatkan satu hingga dua pekerja, sedangkan distributor membutuhkan lebih banyak tenaga kerja seiring meningkatnya volume perdagangan.

“Dulu kami benar-benar hanya pedagang kecil, membawa beberapa kuintal saja. Setelah bersama-sama dengan BRI, kami bisa berkembang dan mengirim ke berbagai wilayah, dari Yogyakarta, Cirebon, Pangkalpinang, Jakarta, Lombok sampai Papua. Jadi yang kami rasakan bukan hanya tambahan modal, tetapi kemampuan usaha kami juga meningkat. Pasar semakin luas dan jumlah barang yang bisa kami kirim juga semakin besar. Ketika usaha berkembang, petani bisa menjual hasil panennya, pedagang bisa membeli lebih banyak, dan masyarakat juga mendapatkan kesempatan bekerja,” tutur Antoni.

Baca Juga: BRILink Agen Fillio Hadir hingga Pinggiran Dumai, Dekatkan Layanan Keuangan yang Inklusif bagi Masyarakat Melalui 4 Outlet

Melalui akses pembiayaan dan pemberdayaan klaster usaha dari BRI, pelaku UMKM seperti Antoni kini mampu memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan komoditas unggulan daerah ke pasar nasional. Melalui akses pembiayaan dan pemberdayaan klaster usaha dari BRI, pelaku UMKM seperti Antoni kini mampu memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan komoditas unggulan daerah ke pasar nasional.

Perjalanan Antoni bersama para anggota klaster menunjukkan bahwa akses pembiayaan yang disertai penguatan kapasitas usaha dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Melalui dukungan BRI, para pedagang kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan skala usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan menciptakan manfaat ekonomi yang menjangkau petani serta masyarakat di sekitar sentra produksi jeruk Semboro.

Menurut Antoni, pertumbuhan perdagangan juga menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Aktivitas usaha membutuhkan tenaga kerja untuk pemetikan, penanganan buah, hingga pengiriman.

“Kalau pedagang pengumpul biasanya dibantu satu atau dua pekerja. Kalau distributor, tenaga yang dibutuhkan lebih banyak karena barang yang ditangani juga lebih besar. Jadi ketika usaha berkembang, yang merasakan manfaat bukan hanya kami. Petani bisa menjual hasil panennya, pedagang bisa membeli lebih banyak, dan ada masyarakat yang mendapatkan pekerjaan. Dari situ perekonomian benar-benar berputar,” katanya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, BRI terus mendorong penguatan UMKM melalui akses pembiayaan dan pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas usaha.

“BRI meyakini UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, dukungan kepada pelaku usaha tidak berhenti pada akses pembiayaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas, memperluas pasar, dan membangun ekosistem usaha. Kisah Antoni menunjukkan bahwa ketika pembiayaan dan pendampingan berjalan bersama, usaha dari daerah dapat tumbuh, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Dhanny.*