Apple Luncurkan MacBook Pro Touchscreen Pertama, Harga Mulai Rp52 Jutaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Okt 2026, 09:40
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Apple MacBook Pro baru dengan layar sentuh. (Foto: Apple) Apple MacBook Pro baru dengan layar sentuh. (Foto: Apple)

Ntvnews.id, Jakarta - Apple akhirnya menghadirkan MacBook Pro dengan layar sentuh untuk pertama kalinya.

Langkah ini menandai perubahan strategi perusahaan yang selama bertahun-tahun memilih tidak menghadirkan teknologi touchscreen pada laptopnya. CEO Apple, John Ternus, memperkenalkan perangkat tersebut dalam sebuah acara di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (28/10/2026).

MacBook Pro terbaru ini mengusung layar OLED dengan kualitas visual yang menonjolkan kontras, ketajaman, dan kecerahan. Apple juga menghidupkan kembali ciri khas laptopnya dengan menghadirkan logo bercahaya di bagian belakang layar.

"Mac tidak pernah lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya," kata Ternus dalam acara tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/10/2026).

Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian produk baru Apple sejak Ternus mengambil alih posisi CEO pada awal bulan lalu. Sebelumnya, perusahaan memperkenalkan iPhone lipat Duo di Silicon Valley pada September dan perangkat hub rumah pintar di New York pada awal Oktober.

Tinggalkan Penolakan terhadap Layar Sentuh

Kehadiran layar sentuh pada MacBook menjadi perubahan besar bagi Apple. Selama bertahun-tahun, para eksekutif perusahaan menolak gagasan tersebut.

Pada 2010, pendiri Apple Steve Jobs pernah menyebut layar sentuh pada laptop tidak ergonomis. Dua tahun kemudian, CEO Apple saat itu, Tim Cook, juga membandingkan penggabungan laptop dan tablet dengan menyatukan pemanggang roti dan lemari es.

Sebelum menjabat sebagai CEO, Ternus bahkan pernah berpendapat bahwa Apple sudah memiliki komputer layar sentuh melalui lini iPad. Namun, perkembangan pasar menunjukkan bahwa teknologi tersebut semakin umum digunakan.

Produsen laptop berbasis Windows telah menawarkan layar sentuh selama lebih dari satu dekade, sementara generasi pengguna yang terbiasa dengan iPhone dan iPad semakin akrab dengan interaksi melalui sentuhan.

Analis Moor Insights & Strategy, Anshel Sag, menilai adopsi layar sentuh pada MacBook merupakan langkah yang sulit dihindari seiring perubahan kebiasaan pengguna.

Harga MacBook Pro Touchscreen

Apple memasarkan MacBook Pro terbaru untuk segmen profesional, termasuk kreator konten, desainer, dan fotografer yang membutuhkan layar berkualitas tinggi. Apple mengumumkan harga awal MacBook Pro 14 inci dengan chip M5 Pro sebesar US$2.899 atau sekitar Rp52,5 juta.

Sementara itu, MacBook Pro 16 inci dengan chip M5 Max dibanderol mulai US$4.799 atau sekitar Rp87 juta. Dengan asumsi kurs Rp18.130 per dolar AS, harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya lainnya.

Apple menyebut model 16 inci terbaru memiliki bobot sekitar 0,7 pon atau 318 gram lebih ringan dibandingkan model sebelumnya yang tidak dilengkapi layar sentuh. Perangkat ini mulai bisa dipesan pada Rabu dan dijadwalkan tersedia di pasaran pada 6 November.

Menurut Tom Mainelli, kepala riset perangkat dan konsumen IDC, layar sentuh berpotensi menarik minat kreator dan profesional yang terbiasa mengedit konten melalui tablet maupun ponsel.

Apple Antisipasi Risiko Burn-in OLED

Penggunaan layar OLED juga menghadirkan tantangan, salah satunya risiko burn-in. Kondisi ini terjadi ketika gambar statis dari aplikasi yang digunakan dalam waktu lama meninggalkan bekas permanen pada layar.

Untuk mengantisipasinya, Apple merancang ulang sasis MacBook Pro agar panas dapat dialirkan menjauh dari layar. Perusahaan juga memanfaatkan kemampuan komputasi chip M5 untuk membantu menjaga kualitas tampilan.

Meski demikian, harga menjadi tantangan tersendiri bagi Apple. Persaingan laptop layar sentuh masih didominasi beragam pilihan dari produsen seperti Lenovo, HP, dan Dell dengan harga yang lebih terjangkau.

Data IDC menunjukkan pengiriman laptop layar sentuh secara global mencapai 33,4 juta unit pada 2025. Angka tersebut meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya dan setara dengan 16% dari total pengiriman laptop.

Namun, harga jual rata-rata laptop layar sentuh berada di kisaran US$1.009 (sekitar Rp18,2 juta), jauh di bawah harga awal MacBook Pro terbaru.

Melalui perangkat ini, Apple berupaya memperluas daya tarik MacBook Pro tanpa meninggalkan segmen premium. Respons konsumen terhadap layar sentuh pada MacBook akan menjadi salah satu faktor penting untuk melihat arah strategi produk Apple berikutnya.