Ntvnews.id, Jakarta - Apple memblokir sejumlah sertifikat keamanan yang telah diretas karena berpotensi dimanfaatkan penyerang untuk menyamar sebagai situs web tepercaya.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan sertifikat yang dapat membahayakan pengguna perangkat Apple.
Mengutip laporan BleepingComputer, yang dilansir MacRumors, Kamis (22/10/2026), sertifikat tersebut diterbitkan oleh otoritas sertifikasi eMudhra.
Investigasi Mozilla menemukan bahwa kunci privat yang digunakan pada sertifikat itu hanya berupa angka di bawah 256, sehingga dapat dipulihkan hampir secara instan.
Kondisi tersebut memungkinkan penyerang memanfaatkan kunci sertifikat situs web yang terdampak untuk membuat sertifikat palsu.
Jika perangkat lunak tidak memiliki perlindungan yang memadai, sertifikat tersebut berpotensi dipercaya sebagai sertifikat yang sah.
Apple mulai memblokir sertifikat yang disusupi pada 19 Oktober 2026. Informasi ini disampaikan oleh Dennis Jackson, insinyur kriptografi Mozilla.
Pemblokiran tersebut mencegah perangkat lunak yang mengandalkan mekanisme pemeriksaan sistem Apple untuk memercayai sertifikat yang telah diretas.
Jackson menjelaskan, Safari dan peramban utama lainnya memiliki mekanisme pemeriksaan sertifikat tambahan yang dapat mencegah serangan melalui celah tersebut.
Namun, hingga kini belum diketahui apakah penyerang telah mengeksploitasi perangkat lunak lain yang rentan. Apple telah mendistribusikan pemblokiran terhadap sertifikat yang terdampak.
Sementara itu, pengguna Mac yang menjalankan alat berbasis baris perintah dan berpotensi terpengaruh dapat memeriksa panduan pengujian serta langkah mitigasi melalui situs web Jackson.
Apple memblokir sertifikat keamanan yang bisa dipakai untuk membuat situs web palsu. (Foto: Istimewa via MacRumors)