Krisis Chip Belum Usai, Ponsel Murah Jadi Taruhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 16:30
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Chip memori dari SK Hynix terlihat dalam foto studio ini di San Francisco, California, Amerika Serikat, 6 Agustus 2025. (Foto: Dok/Carlos Barria/Reuters) Chip memori dari SK Hynix terlihat dalam foto studio ini di San Francisco, California, Amerika Serikat, 6 Agustus 2025. (Foto: Dok/Carlos Barria/Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah produsen smartphone di China dilaporkan mulai menggunakan chip memori DRAM bekas untuk menekan biaya produksi di tengah krisis pasokan memori global.

Langkah ini membantu menjaga produksi ponsel terjangkau, tetapi memunculkan kekhawatiran soal daya tahan perangkat.

Menurut Counterpoint Research, seperti dikutip Gizmochina, Kamis (22/10/2026), sejumlah merek ponsel China memangkas target produksi pada kuartal II 2026 akibat kenaikan harga dan terbatasnya pasokan memori.

Namun, menjelang akhir kuartal III, beberapa produsen kembali menaikkan target produksi seiring meningkatnya ketersediaan DRAM daur ulang.

Chip tersebut diambil dari perangkat lama, seperti smartphone, komputer, dan server yang sudah tidak digunakan.

Sebelum dipasang ke ponsel baru, chip akan dilepas, dibersihkan, dan diuji untuk memastikan masih berfungsi.

Sejumlah produsen bahkan mempertimbangkan penggunaan DRAM daur ulang khusus untuk model ponsel murah.

Meski dapat menekan biaya, penggunaan memori bekas memiliki risiko. Chip yang telah digunakan selama lima hingga enam tahun berpotensi mengalami penurunan kualitas.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kesalahan data dan memengaruhi keandalan perangkat dalam jangka panjang.

Pengujian sebelum pemasangan memang dapat membantu menyaring chip yang rusak. Namun, daya tahan DRAM daur ulang tetap menjadi perhatian bagi produsen maupun konsumen.

Di sisi lain, kelangkaan chip memori diperkirakan berlanjut hingga setelah 2027. Produsen besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix kini lebih berfokus pada memori untuk server AI dan aplikasi berbandwidth tinggi yang menawarkan margin keuntungan lebih besar.

Akibatnya, pasokan memori untuk smartphone ikut tertekan. Counterpoint Research menilai penggunaan DRAM daur ulang merupakan solusi jangka pendek yang mencerminkan seriusnya krisis memori global, bukan solusi berkelanjutan bagi industri smartphone.

x|close