Menpar : Event Wisata Sumbang Perputaran Ekonomi Rp45,9 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 11:40
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) bersama Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohamad Paham saat menghadiri acara pelepasan wisudawan di Poltekpar Bali, Kabupaten Badung, Kamis (22/10/2026). Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) bersama Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohamad Paham saat menghadiri acara pelepasan wisudawan di Poltekpar Bali, Kabupaten Badung, Kamis (22/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pariwisata mencatat penyelenggaraan sebanyak 354 kegiatan atau gelaran pariwisata sepanjang dua tahun masa pemerintahan Kabinet Merah Putih telah berhasil mencatatkan perputaran ekonomi yang fantastis, yakni mencapai Rp45,9 triliun. Angka ini sekaligus merefleksikan besarnya potensi sektor pariwisata dalam menggerakkan roda perekonomian di berbagai daerah.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa capaian ekonomi tersebut lahir dari akumulasi berbagai gelaran yang melibatkan para pelaku seni, komunitas lokal, tenaga kerja, hingga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tempat acara dilangsungkan.

“Kementerian Pariwisata mendukung selama dua tahun ini sebanyak 377 event, dan dari 354 event yang dikaji, perputaran ekonomi yang dicapai adalah Rp45,9 triliun,” ujar Widiyanti saat memberikan sambutan dalam acara pelepasan lulusan Wisuda Ke-32 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (22/10).

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai acara pariwisata tidak hanya sekadar berfungsi sebagai daya tarik pemikat wisatawan, melainkan juga mampu memicu aktivitas ekonomi beruntun yang menyentuh berbagai sektor pendukung sekaligus, mulai dari industri transportasi, akomodasi, kuliner, hingga sektor ekonomi kreatif.
 

Keberadaan event pariwisata ini turut membentangkan ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat lokal untuk terlibat langsung, baik melalui penyediaan aneka jasa, produk kerajinan tangan, pementasan seni budaya, hingga pemenuhan berbagai logistik pendukung penyelenggaraan acara.

Widiyanti menilai bahwa keterlibatan aktif dari para pelaku usaha lokal merupakan salah satu kunci vital agar nilai manfaat ekonomi dari sebuah event pariwisata dapat dirasakan secara merata dan inklusif oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan destinasi.

“Pertumbuhan ekonomi, investasi pariwisata yang bertumbuh, dan membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya saat memaparkan progres gemilang sektor pariwisata nasional selama kurun waktu dua tahun terakhir.

Ia menambahkan, perhelatan pariwisata juga menjadi instrumen strategis untuk mempromosikan kekayaan ragam budaya serta potensi daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga daya saing destinasi wisata Indonesia semakin diperhitungkan di kancah global.

Oleh karena itu, kesinambungan pengembangan kegiatan pariwisata ini perlu ditopang oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompeten, khususnya dalam hal pengelolaan acara (event management), standar pelayanan wisatawan, hingga inovasi pengembangan produk dan pengalaman wisata.
 

Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti turut menyampaikan optimismenya agar para lulusan Poltekpar Bali dapat mengambil peran sentral dalam dinamika industri pariwisata tanah air melalui kreativitas, inovasi, serta profesionalisme kerja, demi menghadirkan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

“Berbagai capaian yang disampaikan hari ini memberikan satu pesan penting: saudara memasuki sektor dengan peluang luar biasa untuk berkarya, berinovasi, dan membawa Indonesia semakin dikenal dunia,” pungkasnya.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close