Terungkap Siapa Backpacker Pertama di Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi wisatawan sedang menikmati keindahan budaya Bali. (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata) Ilustrasi wisatawan sedang menikmati keindahan budaya Bali. (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gaya traveling ala backpacker kini menjadi tren yang banyak diminati kalangan anak muda. Perjalanan hemat dengan membawa ransel dan menjelajahi berbagai tempat baru dianggap menghadirkan pengalaman petualangan yang lebih bebas dan autentik.

Secara harfiah, backpack dalam bahasa Inggris berarti melakukan perjalanan atau pendakian dengan menggunakan ransel. Sementara itu, istilah backpacker menurut Urban Dictionary merujuk pada kelompok pelancong yang membawa seluruh barang mereka di dalam tas punggung.

Para backpacker umumnya terdorong oleh semangat petualangan dan keinginan menemukan tempat-tempat unik hingga lokasi terpencil. Mereka juga dikenal bepergian dengan biaya seminimal mungkin demi memperpanjang waktu perjalanan, termasuk rela menginap di akomodasi sederhana atau berbagi kamar demi menghemat pengeluaran.

Namun, tahukah siapa sosok yang disebut sebagai backpacker pertama di dunia?

Ia adalah Giovanni Francesco Gemelli Careri, seorang pelancong asal Italia yang mulai menjelajahi dunia hanya dengan membawa ransel pada abad ke-17.

Pada tahun 1693, Giovanni memutuskan meninggalkan profesinya sebagai pengacara untuk melakukan perjalanan keliling dunia selama lima tahun. Dalam petualangannya, ia hanya membawa sebuah tas punggung sederhana dengan dua tali bahu.

Cara membuat paspor  <b>(freepik.com)</b> Cara membuat paspor (freepik.com)

Di masa itu, bepergian hanya dengan ransel dianggap sangat tidak lazim, terlebih Giovanni melakukan perjalanan secara mandiri tanpa sponsor maupun dukungan pembiayaan dari pihak lain.

Ia dikenal sebagai orang biasa pertama yang melakukan perjalanan petualangan keluar Eropa menggunakan ransel. Pada masa tersebut, kebanyakan pelancong lintas negara berasal dari kalangan misionaris, pedagang, atau utusan diplomatik.

Baca Juga: Wamenpar Ajak ASITA Perkuat Kolaborasi Majukan Pariwisata Indonesia

Selama perjalanannya, Giovanni mengunjungi berbagai wilayah seperti Turki, Persia, India, China, Filipina, hingga Meksiko. Setelah itu, ia menumpang kapal Galleon Spanyol menuju Cadiz sebelum kembali melalui jalur darat ke kampung halamannya di Napoli.

Sepulang dari petualangan pada 1699, Giovanni menghabiskan enam bulan untuk menulis catatan perjalanan dalam enam jilid yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul Voyage Around the World.

Karya tersebut lalu diterjemahkan ke bahasa Prancis pada 1719 dengan judul Voyage du Tour du Monde dan menjadi sangat populer di berbagai negara Eropa.

Meski sempat ada pihak yang meragukan kebenaran seluruh kisah perjalanannya, selama berabad-abad catatan Giovanni tetap dianggap sebagai salah satu dokumentasi autentik mengenai kehidupan di berbagai belahan dunia pada era 1690-an.

Bahkan, kisah petualangannya disebut menjadi inspirasi bagi Jules Verne dalam menulis novel terkenal Around the World in Eighty Days.

x|close