Ntvnews.id, Seoul - Seorang wisatawan asal China diduga mengalami pelecehan seksual saat berlibur di Korea Selatan. Ia mengaku menjadi korban tindakan tidak senonoh saat sedang tertidur di penginapan.
Kepolisian Kota Busan saat ini tengah menyelidiki dugaan kasus tersebut yang dilaporkan terjadi di sebuah wisma. Peristiwa ini mencuat setelah unggahan korban di media sosial China, Weibo, pada Jumat, 14 April 2026, viral dan menarik perhatian publik luas.
Dalam unggahannya, korban menyebut mengalami pelecehan sekaligus penghinaan saat menginap di sebuah penginapan di Busan. Menindaklanjuti hal itu, Kantor Polisi Busanjin menyatakan tengah mendalami kronologi kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Korban dalam unggahannya menyebut pelaku diduga seorang pria berkewarganegaraan Jepang. Namun, kepolisian menegaskan bahwa identitas dan motif pelaku masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
"Saya terbangun karena suara dan mendapati seorang pria Jepang menyentuh bagian tubuh saya," tulisnya seperti dikutip dari Korea Joongang Daily, Jumat, 24 April 2026.
Baca Juga: Prabowo Mau Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia Usai Kunjungan ke Korea Selatan
"Ketika saya menyinari senter, saya melihat bahwa dia juga telah buang air kecil di tubuh saya, tempat tidur, dan barang-barang saya," kata dia lagi.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas dan telah ditonton lebih dari 30 juta kali hingga Sabtu. Korban juga sempat mengklaim bahwa laporannya tidak diterima oleh polisi. Namun, setelah viral, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa laporan telah masuk dan kini sedang diproses.
Menurut keterangan polisi, insiden terjadi pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 05.00 waktu setempat di sebuah wisma di Distrik Busanjin, Busan. Laporan menyebut seorang tamu pria asal Jepang diduga buang air kecil di tempat tidur serta barang milik tamu perempuan.
Kamar tempat kejadian merupakan kamar asrama campuran yang dihuni oleh enam orang. Setelah menerima laporan, petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan langkah awal, termasuk memisahkan pihak yang terlibat, memeriksa lokasi kejadian, mengumpulkan kesaksian, serta mengamankan rekaman CCTV. Korban menyampaikan kepada polisi bahwa ia merasa mengalami pelecehan secara seksual akibat peristiwa tersebut.
Polisi juga menyatakan bahwa pria yang diduga pelaku akan menjalani pemeriksaan dan telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab. Informasi ini telah disampaikan kepada korban.
Ilustrasi - Aksi pelecehan seksual terhadap perempuan. ANTARA/Handout/am. (Antara)
"Pihak berwenang saat ini sedang memverifikasi fakta berdasarkan keterangan dan bukti, termasuk apakah kasus tersebut merupakan tindak pidana seksual," kata polisi.
Pihak kepolisian menambahkan bahwa baik pengelola wisma maupun korban sama-sama mengalami kerugian akibat insiden tersebut. Petugas juga telah memberikan penjelasan mengenai prosedur hukum perdata dan pidana, tanpa merekomendasikan penyelesaian secara damai.
"Pihak kepolisian menyesalkan bahwa korban telah mengalami tekanan psikologis dan emosional. Kami akan memprioritaskan perlindungan korban sambil melanjutkan penyelidikan," keterangan kepolisian ditambahkan.
Bendera Korea Selatan (ANTARA/pixabay.com) (Antara)