Ntvnews.id, Perth - Seorang penumpang perempuan mengalami peristiwa traumatis saat berada dalam penerbangan setelah menjadi korban pelecehan oleh penumpang lain.
Kasus ini terjadi dalam penerbangan maskapai Scoot Airlines dari Singapura menuju Perth pada Senin, 13 April 2026 lalu, Pelaku diketahui bernama Sudhir Kumar Chahuan.
Korban sempat merasa takut, namun berhasil menenangkan diri dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada awak kabin. Pramugari yang bertugas kemudian dengan cepat memindahkan korban ke kursi lain untuk memastikan keamanannya.
Dilansir dari New York Post, Jumat, 17 April 2026, staf penerbangan selanjutnya terus mengawasi pelaku hingga perjalanan berakhir.
Setibanya di tujuan, pelaku langsung diamankan oleh aparat kepolisian. Ia kemudian didakwa atas tuduhan melakukan kekerasan seksual tanpa persetujuan serta sejumlah tindakan tidak senonoh lainnya.
"Setiap penumpang berhak merasa aman saat bepergian, terutama saat berada di dalam pesawat yang berdekatan dengan penumpang lain," kata Peter Brindal dalam pernyataannya.
Baca Juga: Eks Dosen UBL Laporkan Balik Mahasiswi Korban Dugaan Pelecehan Seksual
Ia juga mengimbau siapa pun yang mengalami kontak tidak diinginkan untuk segera melapor kepada pihak berwenang, baik kepada kru maskapai maupun petugas keamanan bandara.
"Tidak ada tindakan tidak senonoh di dalam pesawat atau di bandara yang pantas, dan setiap pelancong yang melanggar hukum akan ditindak dengan cepat," kata dia.
Pelecehan seksual di dalam pesawat menjadi isu serius yang ditangani dengan kebijakan tanpa toleransi oleh maskapai di seluruh dunia. Dalam situasi seperti ini, awak kabin memiliki kewenangan untuk memisahkan pelaku dari korban, memberikan peringatan tegas, serta berkoordinasi dengan otoritas bandara agar pelaku dapat segera ditangani setibanya pesawat mendarat.
Secara hukum, pelaku dapat dijerat dengan undang-undang pidana terkait kekerasan seksual, dengan ancaman hukuman berupa denda hingga penjara. Oleh karena itu, penumpang yang mengalami atau menyaksikan kejadian serupa dianjurkan untuk segera melapor, mencatat detail insiden, serta menghindari konfrontasi fisik demi menjaga keselamatan selama penerbangan.
ilustrasi pesawat. (Pixabay)