New Asia Forum Diluncurkan di Bali, Bidik Investasi 30 Miliar Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Okt 2026, 18:00
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani memberi keterangan kepada media di Jakarta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani memberi keterangan kepada media di Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - New Asia Forum, sebuah platform global untuk menarik investasi, menghimpun modal, dan memperkuat kemitraan ekonomi, dijadwalkan diluncurkan pada 3–4 Desember 2026 di Bali, Indonesia.

Dalam penyelenggaraan perdananya, forum tersebut menargetkan penghimpunan investasi sebesar 30 miliar dolar AS untuk kawasan Asia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan forum ini dirancang untuk menghubungkan sumber modal global jangka panjang dengan berbagai peluang investasi di Indonesia dan kawasan sekitarnya.

"New Asia Forum dirancang untuk mempertemukan modal global jangka panjang dengan berbagai peluang investasi yang berkembang di Indonesia dan kawasan sekitarnya," ujar Rosan dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.

Sebagai investor berdaulat Indonesia sekaligus mitra pendiri forum, Rosan menyampaikan bahwa Danantara Indonesia mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama memanfaatkan peluang investasi tersebut demi menciptakan nilai jangka panjang.

"Dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto, forum ini mencerminkan keterlibatan Indonesia di dunia internasional yang dilandasi kepercayaan diri, ambisi, dan semangat kolaborasi," ujar Rosan.

Baca Juga: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Proyek Hilirisasi Melesat, Realisasi Investasi Makin Mantap

Sementara itu, Pendiri sekaligus Chairman Richard Attias & Associates, Richard Attias, menilai pandangan terhadap Asia sebagai tujuan penanaman modal global mulai mengalami perubahan setelah berlangsung selama beberapa dekade.

“New Asia tidak hanya akan menarik modal, tetapi juga semakin mampu menciptakan, mengarahkan, dan menentukan ke mana modal tersebut dapat memberikan dampak terbesar. Kita sedang memasuki salah satu siklus investasi terpenting dalam generasi kita, dan Asia berada di pusatnya," ujar Richard.

Forum ini akan mempertemukan sumber pendanaan jangka panjang dengan berbagai peluang yang berpotensi memengaruhi arah perkembangan Asia selama satu dekade mendatang.

Didukung Danantara Indonesia dan diselenggarakan oleh Richard Attias & Associates, New Asia Forum bertujuan memperkuat posisi Asia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Kegiatan ini akan melibatkan investor jangka panjang, pelaku usaha, serta pembuat kebijakan untuk membangun kemitraan strategis dan mengembangkan peluang investasi konkret di kawasan tersebut.

Pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi global menuju Asia turut didukung oleh perkembangan teknologi, peningkatan investasi, serta semakin eratnya keterhubungan ekonomi antarnegara di kawasan.

Baca Juga: Danantara Sebut Penggabungan Kawasan Industri Jadi Kunci Pacu Investasi

Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF) pada 2025, kawasan Asia Pasifik berkontribusi hampir 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi global. Meski demikian, kontribusi tersebut dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan besarnya aliran investasi internasional berjangka panjang.

New Asia Forum diharapkan dapat menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghubungkan peluang investasi di Asia dan sumber permodalan global.

Berbeda dengan konferensi pada umumnya, forum ini dirancang untuk mendorong realisasi transaksi investasi, mobilisasi modal, serta pelaksanaan proyek secara konkret. Target investasi sebesar 30 miliar dolar AS akan ditopang oleh portofolio peluang investasi yang telah melalui proses kurasi.

Para peserta, yang mencakup kepala negara, menteri, investor institusional jangka panjang, dan pemimpin perusahaan global, diharapkan dapat mempercepat proses menuju komitmen investasi nyata hingga tercapainya kesepakatan di delapan sektor strategis, yaitu:

  1. Sumber daya strategis dan hilirisasi.

  2. Energi dan ketenagalistrikan.

  3. Mobilitas dan manufaktur mutakhir.

  4. Infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI).

  5. Pangan dan agribisnis.

  6. Perdagangan dan konektivitas.

  7. Pariwisata dan ekonomi kreatif.

  8. Pendidikan dan sumber daya manusia.

Pembahasan dalam forum tersebut juga akan mencakup berbagai faktor yang memengaruhi realisasi investasi, mulai dari kesiapan proyek dan kepastian regulasi hingga pembiayaan serta kemitraan strategis.

Baca Juga: Rosan: Kontribusi Hilirisasi Capai 30 Persen dari Total Investasi Nasional

Selain itu, New Asia Forum akan memantau perkembangan komitmen investasi dari satu penyelenggaraan ke penyelenggaraan berikutnya. Langkah ini ditujukan untuk membangun platform berkelanjutan yang meningkatkan akuntabilitas, memperkuat kemitraan, dan mempercepat pelaksanaan investasi.

(Sumber: Antara)

x|close