Tekan Impor LPG, Danantara Minta Pertagas Perkuat Jaringan Gas Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Sep 2026, 15:15
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Danantara Indonesia bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mendorong PT Pertamina Gas atau Pertagas untuk mengambil peran kunci dalam mengakselerasi pengembangan jaringan gas nasional guna mencukupi kebutuhan energi domestik sekaligus menekan impor LPG.

Langkah strategis tersebut diyakini mampu menjadi instrumen penting untuk memangkas beban subsidi energi serta menghemat devisa negara dari kebiasaan impor.
 
"Kalau ini bisa kita lakukan ke depan, menurut saya Pertamina Gas ini justru akan menjadi enabler untuk kita menurunkan subsidi di sisi energi kita, yang kedua juga mencegah terjadinya defisit outflow kita," ucap Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (30/9).
 
Menurut Dony, penguatan jaringan gas merupakan kunci utama dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas di dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap LPG luar negeri. Infrastruktur jargas yang terintegrasi secara masif juga diharapkan mampu menciptakan ruang efisiensi yang lebih luas bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.
 

“Jadi kuncinya adalah dari jaringan gas. Nah ini akan menjadi fokus kita ke depan. Kalau itu kita bisa lakukan, devisa kita yang tidak perlu terbuang sia-sia itu, banyak sekali bisa kita hemat,” jelas Dony.
 
Dalam pertemuan bersama Danantara, pihak Pertagas memaparkan portofolio penting mereka dalam mengoperasikan jaringan transportasi gas di Pulau Jawa, termasuk pengelolaan pipa transmisi Cirebon–Semarang proyek besutan Kementerian ESDM via APBN yang pengoperasiannya dipercayakan kepada Pertagas melalui mekanisme tender.
 
Guna memperkuat kapasitas tersebut, Pertagas diminta untuk segera menyusun masterplan jargas nasional yang komprehensif sebagai panduan pembangunan ke depan, mencakup kesiapan infrastruktur, model bisnis, hingga strategi ekspansi pasar.

Sebagai tahap awal, pembangunan jargas ini dapat diprioritaskan di kota-kota besar yang memiliki kesiapan infrastruktur dan kebutuhan pasar yang tinggi, seperti Jakarta dan Surabaya. Peningkatan jargas nasional ini tidak hanya berorientasi pada optimalisasi pemanfaatan gas dalam negeri, melainkan juga dirancang untuk menciptakan efisiensi sistem energi secara menyeluruh demi menekan beban subsidi serta meminimalisir ketergantungan impor LPG secara berkelanjutan.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close