Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Cerminkan Keyakinan Fundamental

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 21:14
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Gedung Menara Mandiri di Jakarta. (ANTARA/HO-Bank Mandiri) Ilustrasi - Gedung Menara Mandiri di Jakarta. (ANTARA/HO-Bank Mandiri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham. Total nilai dividen interim yang dibagikan mencapai Rp6,16 triliun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan keputusan tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek fundamental perseroan, sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada para pemegang saham.

"Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel," kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Keputusan tersebut sebelumnya diumumkan perseroan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 4 September 2026. Pembagian dividen interim telah mendapat persetujuan dewan komisaris atas keputusan direksi yang ditetapkan pada 3 September 2026.

Menurut Novita, pembagian dividen ditopang oleh kondisi keuangan Bank Mandiri yang tetap solid. Selain itu, perseroan memiliki permodalan dan likuiditas yang dinilai cukup untuk mendukung keberlanjutan ekspansi bisnis.

"Keputusan ini kami lakukan secara terukur dengan memastikan fundamental, kecukupan modal, likuiditas, dan rasio keuangan tetap terjaga serta ruang pertumbuhan bisnis tetap memadai," ujar Novita.

Perseroan menegaskan kebijakan dividen interim tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan modal secara prudent. Dalam mengambil keputusan, Bank Mandiri tetap memperhitungkan kebutuhan ekspansi bisnis sekaligus kepentingan pemegang saham.

Pembagian dividen tersebut juga disebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Dividen interim akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan atau recording date yang telah ditentukan perseroan.

Untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi, cum dividend ditetapkan pada 15 September 2026, sedangkan ex dividend berlangsung pada 16 September 2026. Sementara itu, cum dividend di pasar tunai ditetapkan pada 17 September 2026 dan ex dividend pada 18 September 2026.

Recording date ditetapkan pada 17 September 2026, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 2 Oktober 2026.

" Dengan permodalan dan likuiditas yang terjaga, Bank Mandiri memiliki kapasitas memadai untuk membagikan dividen sekaligus melanjutkan ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif. Seluruh proses pembayaran dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan pasar modal, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kepentingan pemegang saham," kata Novita.

Dengan tambahan dividen interim tersebut, total dividen Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Angka itu mencakup dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun.

Dari sisi kinerja bisnis, hingga Agustus 2026 penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Hingga periode yang sama, DPK tercatat naik 17,6 persen yoy menjadi Rp1.687 triliun.

Sementara itu, total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.358 triliun atau tumbuh 20,7 persen yoy. Laba bersih perseroan juga meningkat 22,3 persen yoy menjadi Rp37,5 triliun.

Dari sisi kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) gross berada di level 1,00 persen. Perseroan menilai angka tersebut menunjukkan pertumbuhan bisnis tetap berlangsung dengan sehat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

x|close