Ntvnews.id, Jakarta - Harga emas dunia diproyeksikan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas akan berada dalam rentang USD4.276 hingga USD4.668 per troy ons.
Ibrahim mengatakan harga emas dunia pada perdagangan Jumat 4 September 2026 ditutup di level USD4.431 per troy ons.
Menurutnya apabila terjadi koreksi terdapat dua level support yang perlu diperhatikan investor.
Baca juga: Harga Emas Antam Jelang Akhir Pekan Naik ke Level Rp2,67 Juta per Gram
"Untuk emas dunia, kemarin ditutup di 4.431 dolar per troy ons. Kalau seandainya terkoreksi support pertama di 4.393, kemudian kalau terkoreksi kembali support keduanya di 4.276," ucap Ibrahim dalam kajiannya, Minggu 6 September 2026.
Sebaliknya, apabila harga emas kembali mengalami penguatan, Ibrahim memperkirakan level resistance pertama berada di USD4.518 per troy ons.
Bila mampu menembus level tersebut, harga emas berpotensi bergerak menuju resistance berikutnya di USD4.668 per troy ons.
"Jadi untuk emas dunia sepekan ya pekan depan kemungkinan ditransaksikan di USD4.276, kemudian sampai di USD4.668 dolar per troy ons," lanjutnya.
Ibrahim menjelaskan, fluktuasi harga emas dunia tidak terlepas dari sejumlah sentimen global diantaranya perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik ke Level Rp2,63 Juta per Gram
Menurutnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut masih memanas seiring berlanjutnya aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"Geopolitik di timur tengah ini masih memanas ya dimana saling serang antara Amerika dengan Iran masih terus terjadi apalagi pasca Amerika melakukan penyerangan terhadap wilayah timur Iran," ungkap Ibrahim.
Ia menilai eskalasi konflik tersebut meningkatkan ketidakpastian di pasar global.
Kondisi geopolitik yang memburuk juga menjadi perhatian investor karena dapat mendorong perpindahan dana ke aset-aset yang dianggap lebih aman, termasuk emas.
Emas (Shutterstock)