Setelah 25 Tahun, RI Kembali Calonkan Diri di Dewan ICAO

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2026, 21:04
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Indonesia meresmikan logo dan pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) di Jakarta, Senin (31/8/2026) Indonesia meresmikan logo dan pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) di Jakarta, Senin (31/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Indonesia kembali mengajukan diri sebagai kandidat anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO), setelah terakhir kali menduduki posisi tersebut pada 2001.

Indonesia sendiri tercatat telah bergabung sebagai anggota ICAO sejak 1950 dan memiliki rekam jejak panjang dengan menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut pada rentang 1962 hingga 2001.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa peluang Indonesia untuk kembali mengambil peran strategis di Dewan ICAO terbuka lebar menyusul penambahan kuota anggota dewan dari 36 menjadi 40 negara. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peresmian logo dan pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO di Jakarta, Senin (31/8).

“Dengan pertambahan anggota Dewan ICAO dari 36 menjadi 40, terbuka peluang bagi Indonesia untuk kembali berperan dan berkontribusi dalam menentukan arah kebijakan penerbangan sipil internasional,” kata Lukman.
 

Sebagai badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan pada 1944, ICAO memegang mandat utama mengelola Konvensi Chicago serta merumuskan standar dan kebijakan penerbangan sipil global.

Lukman menegaskan, langkah pencalonan ini disokong oleh besarnya kapasitas serta kepentingan nasional Indonesia di sektor penerbangan. Sebagai negara kepulauan dengan belasan ribu pulau dan populasi ratusan juta jiwa, Indonesia memiliki ruang udara yang sangat luas serta posisi yang teramat strategis dalam konektivitas udara dunia.

Saat ini, infrastruktur penerbangan Indonesia didukung oleh 257 bandar udara yang melayani 297 rute domestik dan 160 rute internasional. Industri penerbangan nasional tersebut digerakkan oleh 14 maskapai penerbangan dalam negeri serta 59 maskapai asing.

Berdasarkan catatan kinerja pada semester I 2026, lalu lintas penerbangan Indonesia telah melayani sekitar 24,9 juta penumpang domestik dan 18,5 juta penumpang internasional. Skala operasional yang besar ini memperkuat modal Indonesia dalam membawa aspirasi serta pengalaman nyata ke tingkat perumusan kebijakan global.

Di samping besarnya kapasitas pasar, Indonesia juga memiliki rekam jejak kontribusi nyata terhadap komunitas internasional. Melalui program Indonesia-ICAO Developing Country Training Program, Indonesia telah memfasilitasi pelatihan bagi personel penerbangan dari lebih dari 80 negara anggota ICAO. Indonesia turut aktif mendorong pengembangan sumber daya manusia serta agenda penerbangan berkelanjutan.
 

Lukman menekankan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat keselamatan dan keamanan penerbangan, peningkatan kualitas SDM, penyediaan bantuan teknis untuk negara mitra, serta mendorong penerbangan ramah lingkungan dan kerja sama regional di kawasan Asia Pasifik.

Proses pemilihan anggota dewan akan berlangsung dalam Sidang Luar Biasa ke-43 Majelis ICAO (43rd Session Extraordinary of the ICAO Assembly) yang dijadwalkan pada 19–20 November 2026 di Markas Besar ICAO, Montreal, Kanada. Agenda khusus tersebut digelar untuk memilih empat negara anggota baru yang mengisi slot perluasan dewan.

Dewan ICAO merupakan organ eksekutif yang bertugas menentukan arah kebijakan organisasi dan dipilih oleh Majelis ICAO untuk masa jabatan tiga tahun. Bersama 193 negara anggota dan mitra industri, ICAO menyusun Standards and Recommended Practices (SARPs) guna memastikan penerbangan sipil global berjalan secara aman, efisien, dan berkelanjutan.
 
(Sumber: Antara)
 
 

HIGHLIGHT

x|close