Purbaya Ungkap Dugaan Pelanggaran Pajak Perusahaan Baja China, Negara Rugi Rp5 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 19:25
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya dugaan praktik perusahaan baja asal China yang diduga belum memenuhi kewajiban perpajakan. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya dugaan praktik perusahaan baja asal China yang diduga belum memenuhi kewajiban perpajakan. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya dugaan praktik perusahaan baja asal China yang diduga belum memenuhi kewajiban perpajakan.

Bendahara Negara itu menegaskan praktik itu berpotensi menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp5 triliun.

Awalnya Purbaya menyebut potensi kerugian tersebut berasal dari aktivitas perusahaan baja yang dinilai tidak beroperasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam hal ini, pemerintah tengah melakukan penelusuran terhadap praktik-praktik yang diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara.

"Dari baja saja yang nggak beroperasi dengan benar sesuai dengan aturan yang ada. yang dari China-China itu bisa Rp5 triliun lebih," ucap Purbaya, Jumat 28 Agustus 2026.

Baca juga: Purbaya Kaget Bandara Internasional Silangit Tak Ada Petugas Bea Cukai

Potensi tersebut dihitung berdasarkan kewajiban pajak selama sekitar tiga tahun. Pemerintah juga belum menarik kewajiban untuk periode lima tahun.

"Satu perusahaan itu aja sampai Rp1 triliun dapatnya loh sebetulnya. Kemarin saya datang itu, satu tahun ya, tiga tahun. Tiga tahun lah. Belum ditarik lima tahun banyak tuh dapatnya," bebernya.

Purbaya menegaskan penertiban tidak hanya menyasar Pajak Penghasilan (PPh), tetapi juga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta pelanggaran jalur impor.

"PPH, PPN, apa semuanya. Impor-impornya juga bohong. Semuanya itu. Jadi kan kita beresin yang betul," lanjutnya.

Baca juga: Purbaya Sebut Danantara Bakal Setor Dividen Rp120 Triliun ke Negara

Terkait kemungkinan adanya pihak internal yang ikut bermain sehingga praktik tersebut dapat berlangsung, Purbaya menyebut hal itu juga menjadi perhatian.

Menurutnya, keberadaan perusahaan yang dapat beroperasi selama puluhan tahun tanpa terdeteksi menunjukkan adanya persoalan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

"Fakta bahwa ada perusahaan seperti itu puluhan tahun beroperasi dan nggak ketahuan berarti ada yang main memang," tandasnya.

HIGHLIGHT

x|close