Purbaya: Penentuan Lokasi PFII Ada di Tangan Menteri Keuangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 07:27
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah belum memastikan lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), termasuk wacana memanfaatkan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah belum memastikan lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), termasuk wacana memanfaatkan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah belum memastikan lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), termasuk wacana memanfaatkan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Purbaya mengatakan hingga saat ini masih terdapat sejumlah usulan lokasi yang sedang dikaji. 

Menurutnya, keputusan akhir mengenai lokasi PFII akan berada di bawah kewenangan Kementerian Keuangan sebagai bendahara negara.

"Belum. Mungkin seperti itu, mungkin juga nggak, nanti kita lihat. Kan yang nentuin aslinya Menteri Keuangan," ucap Purbaya usai siding debottlenecking dikutip, Jumat 24 Juli 2026.

Baca juga: Purbaya Pastikan Panda Bond Tak Dipakai Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh

Lebih lanjut, Purbaya mengaku belum ada komunikasi yang mengarah pada keputusan final terkait penggunaan lahan tersebut.

Mengenai apakah sudah ada pembahasan dengan Danantara mengenai lokasi PFII, Purbaya mengatakan pihak tersebut memang telah meninjau beberapa lokasi. 

"Mereka pernah lihat beberapa tempat kan, tapi usulannya kan belum terlalu clear. nanti kita lihat," jelasnya.

Purbaya juga mengaku belum ada pembahasan lebih lanjut dengan Danantara terkait penggunaan lahan BUMN untuk PFII.

"Nanti kita liat deh. Belum-belum, belum putus," tandasnya.

Baca juga: Respons Purbaya soal Anggaran Kipas Angin Kopdes Merah Putih Rp 1,8 Triliun

Sebelumnya, Danantara menyatakan kesiapannya mendukung Bali sebagai lokasi PFII. Kehadiran PFII diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia dan meningkatkan peran negara dalam ekosistem keuangan global.

COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria mengatakan PFII tidak hanya berfokus pada pembangunan kawasan finansial, tetapi juga bertujuan menciptakan kepercayaan internasional terhadap Indonesia.

"PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia," kata COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

x|close