Purbaya Ungkap Isi Kontainer Balpres Ilegal: Ada Harley-Davidson Peretelan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 13:15
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
img-main
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap temuan menarik dari hasil penindakan 43 kontainer pakaian bekas impor ilegal (balpres) di Pelabuhan Tanjung Priok. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap temuan menarik dari hasil penindakan 43 kontainer pakaian bekas impor ilegal (balpres) di Pelabuhan Tanjung Priok. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap temuan menarik dari hasil penindakan 43 kontainer pakaian bekas impor ilegal (balpres) di Pelabuhan Tanjung Priok. 

Bendahara Negara itu menyebut selain pakaian bekas impor, petugas juga menemukan sejumlah barang lain, termasuk motor dalam kondisi terurai.

"Tambahan lagi, ini kan balpresnya baju. Dari 43 itu ada bukan baju juga rupanya, ada motor ya pak. Ada yang lain-lain, motor peretelan," ucap Purbaya, Selasa 23 Juni 2026.

Kemudian Purbaya bahkan sempat melontarkan candaan terkait temuan tersebut. Menurutnya, motor-motor peretelan itu sempat terlintas untuk dirakit kembali.

Baca juga: Sita 43 Kontainer Balpres Ilegal, Purbaya Sindir Pelaku Remehkan Penindakan Hanya Sesaat

"Tadinya saya pikir dirapiin aja dirakit siapa tahu ada Harley-Davidson saya bisa beli. Tapi karena masih nggak boleh sama istri ya saya enggak jadilah," lanjutnya.

Namun demikian, Purbaya menegaskan bahwa seluruh barang hasil sitaan tersebut tidak akan dilepas ke pasar. Menurutnya pemerintah masih mempertimbangkan opsi pemusnahan.

Opsi pemusnahan menjadi pilihan yang paling memungkinkan. Dalam hal ini, Kementerian Keuangan,akan menyiapkan anggaran untuk memusnahkan barang-barang tersebut, termasuk yang telah lama tertahan di pelabuhan.

"Barang ini mau diapain, terusnya dilempar ke pasar apa enggak. Dulu kita pernah diskusi sama industri. Industri bilang bisa dimanfaatkan, tapi ketika kita tawarkan dan kita proses mereka bilang mereka nggak mampu," ungkap Purbaya.

"Jadi saya pikir ini akan kita musnahkan saja. Kemenkeu akan mencari, menyiapkan dana untuk musnahkan ini termasuk yang di pelabuhan-pelabuhan yang lain yang sudah bertahun-tahun tidak dimusnahkan," sambungnya.

Baca juga: Purbaya Yakin Harga Pertamax Bakal Turun Imbas Damai AS-Iran

Seperti diketahui, Kementeian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyita balpres di dua lokasi yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Kalimantan Barat.

Penindakan pertama dilakukan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, terhadap 43 peti kemas yang diduga mengangkut pakaian bekas impor. 

Sementara itu, penindakan kedua dilakukan di dua lokasi pergudangan di Kalimantan Barat, yang diduga menjadi lokasi penimbunan balepress dalam jumlah besar.

x|close