Bahlil Janji Tak Akan Ada Lagi Pemadaman Listrik Bergilir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 14:42
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan energi untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) dalam kondisi aman.  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan energi untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) dalam kondisi aman.

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan energi untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) dalam kondisi aman. 

Oleh karena itu, Bahlil menjamin tidak akan terjadi lagi pemadaman listrik bergilir.

"Insyaallah nggak," ucap Bahlil di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis 18 Juni 2026.

Meski demikian, Bahlil mengakui sempat terdapat kendala terkait pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik PLN. 

Menurutnya, tantangan tersebut muncul karena kualitas kalori batu bara domestik cenderung menurun.

Baca juga: Bahlil Temui Airlangga, Bahas Subsidi Kompensasi PLN dan Program B50

Baca juga: Prabowo Minta Percepatan Konversi LPG ke CNG, Bahlil Diminta Cari Energi Alternatif

"Sampai dengan bulan Juni tadi kita sudah rapat itu ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium, kalori yang 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari kan semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya, tapi secara yang lainnya gak ada masalah," ungkapnya.

Bahlil memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN pada Juni 2026 masih dalam kondisi andal sehingga tidak mengganggu operasional sistem kelistrikan nasional.

Ia menjelaskan kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2026 mencapai sekitar 154 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 134 juta ton telah dikontrak untuk menjamin ketersediaan pasokan bagi pembangkit listrik.

"Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 juta sampai 20 juta ton yang belum. Jadi secara keseluruhan tidak ada masalah," tandasnya.

x|close