Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon menilai keberhasilan reformasi ekspor sumber daya alam (SDA) melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak hanya ditentukan oleh aspek pengawasan dan tata kelola, tetapi juga kemampuan Indonesia meningkatkan daya saing produknya di pasar global.
Dalam wawancara program NTV Prime di Nusantara TV, Senin, 15 Juni 2026, Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon menjelaskan bahwa setiap negara yang ingin memenangkan persaingan perdagangan internasional harus mampu memenuhi lima kriteria utama yang menjadi standar global.
"Pertama sekali kalau kita mau mengekspor atau menjual produk kita, ada lima kriteria yang harus dipenuhi eksportir atau trade secara internasional atau global. Yang pertama produk itu adalah harus yang termurah (best price), kedua best quality, ketiga best innovation, yang keempat best delivery, yang kelima itu trust, kepercayaan terhadap produk itu," ujar Nurdin.
Menurutnya, kelima faktor tersebut menjadi fondasi utama untuk menciptakan sustainable competitive advantage atau keunggulan daya saing berkelanjutan yang memungkinkan suatu negara bertahan dan berkembang di pasar internasional.
"Jadi artinya, pemerintah Indonesia harus mempunyai lima kriteria ini kalau mau berdaya saing produknya di pasar global. Jadi sustainable competitive advantage atau keunggulan daya saing berkelanjutan itu, hanya itu yang bisa berdaya saing di tingkat global,” jelasnya.
Nurdin menilai, PT DSI perlu mengambil peran strategis dalam mendukung tercapainya lima indikator tersebut, terutama melalui penyederhanaan proses birokrasi yang selama ini sering menjadi hambatan bagi dunia usaha.
Ia menyoroti bahwa prosedur yang panjang dapat memperlambat proses pengiriman barang ke luar negeri dan berpotensi mengurangi daya saing produk Indonesia dibandingkan negara lain.
"Artinya birokrasi-birokrasi yang panjang akan mempengaruhi delivery. Jadi DSI harus memperpendek biorokrasi, tapi tidak mengorbankan pengawasan dan monitoring supaya maksimal untuk delivery-nya,” ucapnya.
View this post on Instagram
Selain mempercepat proses pengiriman, reformasi juga perlu menyentuh aspek perizinan serta dukungan terhadap produsen dan pelaku perdagangan agar produk Indonesia mampu bersaing secara lebih efektif di pasar internasional.
"Begitu juga perizinannya, begitu juga dukungan kepada produsen dan trader, sehingga kita berdaya saing secara internasional atau keunggulan produk kita di pasar internasional, sustainable competitive advantage-nya ketemu,” tambah Nurdin.
Menurut Nurdin, negara-negara yang berhasil membangun sinergi ekonomi global pada umumnya memiliki produk yang mampu bersaing secara konsisten dalam kualitas, harga, inovasi, kecepatan pengiriman, dan tingkat kepercayaan pasar.
"Karena negara-negara yang bersinergi secara global itu apabila mempunyai produk yang berdaya saing di tingkat global. Jadi kita harus masuk di situ,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa membangun kepercayaan pasar internasional tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dibuktikan melalui pemenuhan seluruh indikator tersebut secara bersamaan.
"Kalau kita mau melakukan daripada kepercayaan pasar, trust itu, berarti semua kriteria yang lima tadi itu harus kita penuhi."
Nurdin juga mengingatkan bahwa reformasi ekspor harus tetap menjaga kesejahteraan petani, produsen, dan pelaku usaha agar tidak terdampak negatif oleh perubahan sistem yang sedang dijalankan pemerintah.
"Kemudian supaya itu bisa terpenuhi, berarti pendapatan petani, pendapatan produsen jangan sampai terganggu dengan sistem ini,” tutupnya.
Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon. (Ntvnews)