Ntvnews.id, San Francisco - Perusahaan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, OpenAI, mengumumkan telah mengajukan draf pernyataan pendaftaran secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
Langkah tersebut menjadi tahapan awal menuju kemungkinan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal.
Baca Juga: Florida Gugat OpenAI dan Sam Altman, Tuding ChatGPT Membahayakan Anak-anak
Dalam pengumuman yang disampaikan pada Senin, OpenAI menyatakan bahwa perusahaan belum menetapkan jadwal pasti untuk melaksanakan pencatatan saham di bursa. Namun, pengajuan dokumen secara rahasia tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk bergerak lebih cepat menuju pasar publik apabila kondisi dinilai menguntungkan.
Perusahaan menjelaskan bahwa pengumuman tersebut dibuat sesuai dengan ketentuan Aturan 135 dalam Undang-Undang Sekuritas Amerika Serikat Tahun 1933. OpenAI juga menegaskan bahwa pengajuan dokumen tersebut bukan merupakan penawaran penjualan saham maupun ajakan kepada publik untuk membeli sekuritas perusahaan.
Menurut OpenAI, setiap penawaran sekuritas di masa mendatang hanya akan dilakukan melalui pernyataan pendaftaran resmi yang diajukan dan diproses oleh SEC. Dengan demikian, proses IPO masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian mengenai waktu maupun besaran penawaran saham yang akan dilakukan.
Langkah strategis ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan untuk memperluas kapasitas komputasi, membangun infrastruktur teknologi, serta mempercepat pengembangan berbagai produk berbasis AI.
Sebagai salah satu pemain utama di industri kecerdasan buatan global, OpenAI diperkirakan membutuhkan investasi besar untuk mempertahankan daya saing dan memperluas inovasi di sektor yang berkembang sangat cepat tersebut.
(Sumber: Antara)
OpenAI releases GPT-5. (Xinhua) (Antara)