Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.
Rumor mengenai pengunduran diri Purbaya sempat beredar di kalangan wartawan.
Saat dikonfirmasi mengenai isu tersebut, Purbaya menegaskan kabar yang beredar tidak benar.
"Enggak bener lah," ucap Purbaya melalui pesan singkat kepada para wartawan, Kamis 4 Juni 2026.
Baca juga: Purbaya Sudah Kucurkan Rp8 Triliun untuk Bantu BI Jaga Stabilitas Rupiah
Seperti diketahui, Purbaya menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.
Purbaya bukan orang baru di bidang keuangan. Dia punya sejumlah pengalaman yang mentereng untuk menggantikan Sri Mulyani sebagai bendahara negara.
Purbaya Yudhi Sadewa memulai karier pemerintahannya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Ia menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam kurung waktu 4 tahun (2010–2014) selain itu iya juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014), lembaga nonstruktural yang diketuai Chairul Tandjung.
Sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, Ia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018-September 2020), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016 – Mei 2018), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015-Juli 2016).
Baca juga: IHSG Rontok Nyaris 5 Persen, Purbaya Sebut Banyak Isu Negatif
Selain itu Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015-September 2015), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014), Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014), Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan “Pokja IV”, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-sekarang).
Lalu pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-sekarang) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015-sekarang). Sebelum terjun di pemerintahan.
Ia memulai karir sebagai, Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989-1994), Senior Economist di Danareksa Research Institute (Oktober 2000-Juli 2005), Direktur Utama PT Danareksa Securities (April 2006-Oktober 2008), Chief Economist Danareksa Research Institute (Juli 2005-Maret 2013), dan sebagai Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (Maret 2013-April 2015).
Mau Naik Haji, Purbaya Doakan Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 6 Persen (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)