Buku The Pancasila Market Economy Diluncurkan, Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Pasar, Negara, dan Nilai Pancasila

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Mei 2026, 20:46
thumbnail-author
Agus Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
The Pancasila Market Economy The Pancasila Market Economy (Ntvnews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Universitas Paramadina bersama Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) resmi meluncurkan buku berjudul The Pancasila Market Economy dalam sebuah diskusi panel di Jakarta, Senin (11/5/2026). Peluncuran buku ini menegaskan pentingnya membangun sistem ekonomi Indonesia yang menyeimbangkan peran pasar, negara, dan nilai-nilai Pancasila.

Direktur KAS untuk Indonesia dan Timor-Leste, Denis Suarsana, mengatakan buku tersebut merupakan hasil perjalanan panjang dan simbol lebih dari satu dekade kerja sama produktif antara KAS dan Universitas Paramadina dalam mengembangkan gagasan tentang Ekonomi Pancasila.

Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menyebut buku ini sebagai bagian dari upaya intelektual untuk terus mencari bentuk sistem ekonomi Indonesia yang semakin matang dan selaras dengan amanat konstitusi.

Dalam pidato kuncinya, Bank Indonesia melalui Haris Munandar menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan sistem ekonomi yang tidak semata mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjunjung keadilan, solidaritas, dan nilai kemanusiaan.

Menurutnya, keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab, kompetisi dan solidaritas, serta efisiensi dan keadilan merupakan fondasi penting bagi pembangunan nasional.

Perwakilan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Ali, menambahkan bahwa kebijakan berbasis data yang berpihak pada UMKM sangat diperlukan untuk mewujudkan Ekonomi Pasar Pancasila yang inklusif dan merata.

Dalam sesi diskusi yang dimoderatori Dr. Handi Risza, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa pasar tetap menjadi instrumen penting, namun harus diarahkan negara sebagai regulator dan penjaga dengan landasan moral dan sosial yang kuat.

Sementara itu, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto, menjelaskan bahwa konsep Ekonomi Pasar Pancasila berupaya mengambil sisi positif kapitalisme dan sosialisme sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila.

Pandangan serupa juga disampaikan Marcus Marktanner yang menyoroti pentingnya demokrasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi, serta Umar Juoro yang menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia, teknologi, pemerataan, dan keberlanjutan harus menjadi unsur utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Melalui peluncuran buku ini, para akademisi, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan berharap konsep Ekonomi Pasar Pancasila dapat menjadi landasan baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

x|close