Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memuji strategi Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi
Purbaya menegaskan, hal tersebut tercermin dari kondisi inflasi Indonesia hingga April tetap terkendali di level 2,42 persen.
Angka tersebut sekaligus membantah kekhawatiran sejumlah pihak yang sebelumnya memprediksi lonjakan inflasi tinggi, bahkan hingga hiperinflasi.
"Pengamat-pengamat bilang hiperinflasi ya, inflasinya 5, inflasinya 4, hiperinflasi tTahunya kemarin keluarnya berapa 2,4 persen. Jadi masih stabil kita masih belum kepanasan ekonominya. Tumbuh cepat tapi belum kepanasan," ucap Purbaya, Rabu 6 Mei 2026.
Baca juga: Mau Naik Haji, Purbaya Doakan Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 6 Persen
Menurut Purbaya, stabilitas ini tidak lepas dari strategi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong percepatan belanja negara.
Kebijakan tersebut berfungsi untuk menajaga daya beli masyarakat di tengah gejolak global.
"Pemerintah berani membelanjakan uang untuk mengabsorb gejolak dunia tadi. Untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri, itu strategi Pak Prabowo yang kita jalankan," bebernya.
Purbaya menilai, kombinasi antara percepatan belanja dan pengendalian inflasi menjadi kunci keberhasilan menjaga momentum ekonomi.
Baca juga: Cek Fakta: Purbaya Tantang Luhut soal Transparansi MBG
Ke depan, pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Ini strategi Pak Presiden yang bisa menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi seperti sekarang dan daya beli kita sampai sekarang, tapi kita waspada pada terus ya. Kedepan kita akan jaga terus momentum pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan yang pas," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memuji strategi Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)