Ntvnews.id, Jakarta - Danantara mempercepat langkah restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memangkas jumlah perusahaan dari lebih dari seribu menjadi sekitar 250.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria menyampaikan bahwa proses konsolidasi BUMN berjalan secara bertahap dan terus berjalan.
Menurutnya sejumlah perusahaan telah ditutup, beberapa lainnya sudah mengalami konsolidasi.
"prosesnya sekarang berjalan terus, dan tadi kan saya sudah update beberapa perusahaan sudah ditutup, beberapa perusahaan sudah konsolidasi," ucap Dony, Rabu 6 Mei 2026.
Baca juga: Dony Oskaria Sebut Menkeu Purbaya Restui Penghapusan Pajak untuk BUMN
Baca juga: Dony Oskaria Temani Dasco ke Lokasi Tabrakan Kereta di Bekasi: Kami Sampaikan Duka dan Mohon Maaf
Ia menargetkan, pada bulan ini merger seluruh aset manajemen BUMN dapat diselesaikan.
Selain itu, penataan ulang BUMN Danareksa juga akan dirampungkan dan difokuskan kembali sebagai manajer investasi.
"Bulan ini kita akan selesai merger aset manajemen kita, ini akan selesai. Kemudian penataan ulang Danareksa juga akan selesai pada bulan ini," lanjutnya.
Meurutnya proses perampingan ini tidak berhenti pada dua item tersebut. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan mengingat jumlah entitas BUMN yang sangat besar.
"Jadi satu-satu terus aja, setiap hari akan berlanjut terus karena jumlahnya banyak kan," tandasnya.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)