Ntvnews.id, Jakarta - Setelah bersaing ketat selama beberapa tahun terakhir di setiap kuartal, BYD secara resmi mengungguli Tesla sebagai produsen kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) terbesar di dunia sepanjang tahun 2025.
Electrek melaporkan pada Jumat, 2 Januari 2026 waktu setempat, BYD menutup tahun 2025 dengan total penjualan kendaraan listrik murni sebanyak 2.254.714 unit.
Capaian itu menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 27,9 persen secara tahunan untuk lini kendaraan listrik berbasis baterai milik BYD.
Sebagai perbandingan, Tesla mencatatkan total pengiriman kendaraan sebanyak 1.636.129 unit sepanjang 2025, atau turun sekitar 9 persen dibandingkan capaian tahun 2024.
Selain kendaraan listrik murni, BYD juga membukukan total penjualan kendaraan secara keseluruhan mencapai 4.550.036 unit selama 2025, dengan kontribusi tambahan berasal dari kendaraan plug-in hybrid.
Baca Juga: Serius Garap ADAS, BYD Kerahkan 5.000 Lebih SDM dan Investasi US$14,3 Miliar
BYD dan DENZA memperkuat kepemimpinan pasar kendaraan listrik nasional. (Foto: BYD Indonesia/Adiantoro/NTV)
Komposisi penjualan BYD kini hampir seimbang, dengan kendaraan listrik murni menyumbang 49,6 persen dari total penjualan, sementara kendaraan plug-in hybrid berkontribusi sebesar 50,4 persen atau sekitar 2.288.709 unit.
Di tengah lonjakan penjualan BEV, penjualan kendaraan plug-in hybrid BYD justru mengalami penurunan sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut mengindikasikan adanya pergeseran pasar menuju kendaraan listrik sepenuhnya, termasuk di dalam portofolio produk BYD sendiri.
Kinerja positif BYD juga tercermin dari pasar internasional, di mana penjualan luar negeri perusahaan tersebut untuk pertama kalinya menembus angka 1 juta unit, atau meningkat sekitar 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: BYD Luncurkan Mobil Terbang
Tesla Model 3. (Foto: Reuters)
Meski demikian, BYD masih menghadapi tekanan di pasar domestik akibat persaingan yang semakin ketat, yang menyebabkan penjualan di dalam negeri melemah pada akhir 2025.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa strategi ekspor BYD mulai membuahkan hasil pada momentum yang tepat.
Sementara itu, Tesla dinilai menghadapi tantangan dari jajaran produk yang relatif stagnan.
Pembaruan pada Model Y dan Model 3 memang memberikan dorongan penjualan, namun absennya platform generasi baru dengan harga lebih terjangkau dinilai membatasi kemampuan Tesla untuk meningkatkan volume penjualan sepanjang 2025.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Salah satu sudut di kantor pusat BYD di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China. (ANTARA/Hanni Sofia) (Antara)