Impor 105 Ribu Pick-Up India untuk Koperasi Merah Putih, Gaikindo: Industri Lokal Siap Penuhi Kebutuhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 15:30
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Mobil pickup direncanakan akan diimpor dari India untuk digunakan dalam program Koperasi Merah Putih. (Foto: Istimewa) Mobil pickup direncanakan akan diimpor dari India untuk digunakan dalam program Koperasi Merah Putih. (Foto: Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Rencana impor 105.000 unit mobil pick-up dari India untuk mendukung program Koperasi Merah Putih memicu perhatian pelaku industri otomotif nasional. 

Di tengah kapasitas produksi dalam negeri yang masih besar, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan industri lokal sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Pengadaan kendaraan niaga ini dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan total nilai proyek mencapai Rp24,66 triliun. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menyampaikan anggota Gaikindo bersama industri pendukung, termasuk GIAMM (Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor), memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi permintaan domestik.

"Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri pendukungnya, termasuk industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM, memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan domestik. Hanya diperlukan waktu agar jumlah dan kriterianya sesuai," ujar Putu Juli.

Menurutnya, apabila diberi kesempatan dan waktu yang cukup, industri otomotif nasional dapat mengoptimalkan kapasitas produksi kendaraan komersial, khususnya pick-up. 

Langkah ini juga dinilai penting untuk menjaga utilisasi pabrik serta mencegah potensi pengurangan tenaga kerja akibat lesunya permintaan dalam negeri.

Dalam realisasinya, PT Agrinas Pangan Nusantara telah mengimpor 70.000 unit kendaraan dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick Up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7. 

Sebelumnya, perseroan juga mendatangkan 35.000 unit pick-up Scorpio dari Mahindra & Mahindra Ltd. Dengan demikian, total kendaraan niaga yang diimpor dari India mencapai 105.000 unit.

Padahal, Gaikindo saat ini menaungi 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan roda empat atau lebih per tahun.

Untuk segmen kendaraan komersial kelas menengah ke bawah, terutama pick-up, kapasitas produksi nasional bahkan bisa menembus lebih dari 400.000 unit per tahun. Namun, tingkat pemanfaatannya dinilai belum optimal.

Beberapa produsen yang memproduksi kendaraan pick-up di Indonesia antara lain PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Astra Daihatsu Motor.

Suzuki New Carry. (Foto: Dok/Istimewa) Suzuki New Carry. (Foto: Dok/Istimewa)

Sebagian besar kendaraan tersebut menggunakan sistem penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. 

Model ini dinilai cocok untuk kebutuhan distribusi barang dan operasional usaha di berbagai wilayah Indonesia, didukung jaringan servis dan layanan purna jual yang luas.

Sementara itu, kendaraan dengan penggerak 4x4 memang dapat diproduksi di dalam negeri, namun membutuhkan waktu persiapan produksi yang lebih matang.

Di sisi lain, industri otomotif nasional memiliki peran strategis terhadap perekonomian. Sektor ini menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di seluruh rantai ekosistemnya. 

Meski penjualan domestik sempat turun di bawah 1 juta unit per tahun, Indonesia tetap mencatatkan ekspor kendaraan lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.

Dengan kapasitas besar dan jaringan industri yang kuat, Gaikindo berharap kebutuhan kendaraan komersial untuk program nasional ke depan dapat semakin melibatkan produksi dalam negeri guna memperkuat industri otomotif nasional.

Hal serupa diungkapkan Menteri Perindustrian (Menpenrin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Dia mengatakan, pemenuhan kebutuhan kendaraan pick-up melalui produsen lokal berpotensi memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi Indonesia. 

Jika seluruh kebutuhan tersebut dipasok industri dalam negeri, nilai tambah ekonomi yang dihasilkan diperkirakan bisa menembus Rp27 triliun.

Menurut Agus Gumiwang, apabila kebutuhan kendaraan pick-up justru dipenuhi lewat impor, maka nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja akan mengalir ke industri di luar negeri. 

"Apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Agus Gumiwang dalam siaran persnya.

Dia menekankan, industri otomotif Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi kendaraan pick-up yang sangat memadai, mencapai sekitar 1 juta unit per tahun. 

Sejumlah produsen besar seperti PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile dinilai siap memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Agus Gumiwang juga menegaskan, dengan kapasitas produksi yang kuat dan dukungan pelaku industri nasional, sektor kendaraan pick-up diyakini tidak hanya mampu mencukupi permintaan dalam negeri, tetapi juga meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di pasar global.

x|close