Ntvnews.id, Jakarta - Yamaha memutuskan tidak mengikuti Grand Prix Qatar 2026 di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang di kawasan Timur Tengah. Keputusan tersebut membuat pabrikan asal Jepang itu melewatkan seri yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Lusail, Doha, pada 6 hingga 8 November 2026.
Keputusan ini berlaku bagi dua tim Yamaha, yakni Monster Energy Yamaha sebagai tim utama dan Prima Pramac Yamaha sebagai tim satelit. Keduanya akan melewatkan seri ke-20 MotoGP musim ini dan mengalihkan fokus ke balapan berikutnya di Portugal.
Yamaha menyampaikan keputusan tersebut melalui pernyataan resmi pada Minggu, 1 November 2026.
"Mengikuti perkembangan situasi terakhir terhadap situasi di Timur Tengah, Yamaha tidak mengidentifikasi alasan yang cukup untuk mengubah pembatasan perjalanan ke seluruh perusahaannya," tulis Yamaha, Minggu, 1 November 2026.
Baca Juga: Yamaha Gunakan Aluminium Daur Ulang untuk Mesin Motor, Pangkas Emisi Karbon hingga 47.000 Ton
" Hasilnya, Yamaha telah menginformasikan MotoGP Group tentang keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar 2026," tulis Yamaha.
Absennya Yamaha juga berdampak pada empat pembalap, yaitu Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Augusto Fernandez. Keempatnya tidak akan tampil dalam seri Qatar.
Baca Juga: Yamaha Bocorkan Mesin CP3 Baru, Diduga untuk Motor Adventure Terbaru
Sebelumnya, Yamaha telah meminta pihak MotoGP membatalkan Grand Prix Qatar pada Minggu siang, 1 November 2026. Namun, permintaan tersebut tidak membuahkan hasil sehingga Yamaha akhirnya memilih menarik diri dari balapan tersebut.
(Sumber: Antara)
Arsip - Sejumlah marshal mendorong sepeda motor pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Alex Rins usai terjatuh dalam sesi kualifikasi Q2 MotoGP Indonesia 2025 di tikungan 16 Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 4 Oktober 2025. (Antara)