Daftar 11 Tuntutan KSPI di May Day 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal saat menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Rabu 24 September 2025. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal saat menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Rabu 24 September 2025. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan membawa 11 tuntutan utama dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional pada Jumat, 1 Mei 2026.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan seluruh tuntutan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Ada 11 isu atau 11 harapan yang ingin disampaikan oleh KSPI yang didukung oleh partai buruh di dalam perayaan May Day ini kepada pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah di seluruh Indonesia," kata Said dalam konferensi pers daring, Rabu, 29 April 2026.

Said merinci, tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Kedua, buruh meminta penghapusan sistem outsourcing serta penolakan terhadap praktik upah murah.

“HOS, hapus outsourcing. TUM, tolak upah murah,” tegas Said.

Ketiga, KSPI meminta pemerintah mengantisipasi ancaman PHK massal akibat dampak konflik global. Keempat, buruh mendorong reformasi perpajakan, termasuk kenaikan batas penghasilan tidak kena pajak menjadi Rp7,5 juta serta penghapusan pajak THR, jaminan hari tua, pesangon, dan jaminan pensiun.

Kelima, buruh mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai bagian dari pemberantasan korupsi. Keenam, pemerintah diminta menyelamatkan industri tekstil dan produk tekstil serta industri nikel dari ancaman PHK.

Baca Juga: KSP Pastikan Hadir di Puncak May Day 2026, Siap Dengarkan Aspirasi Buruh

Ketujuh, KSPI mengusulkan moratorium industri semen karena dinilai mengalami kelebihan pasokan. Kedelapan, buruh meminta ratifikasi Konvensi International Labour Organization Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja, khususnya bagi pekerja perempuan.

Kesembilan, KSPI menuntut penurunan potongan tarif ojek online menjadi 10 persen. Kesepuluh, mereka mendesak revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial agar lebih berkeadilan.

Sementara tuntutan kesebelas adalah pengangkatan guru dan tenaga honorer, termasuk PPPK paruh waktu, menjadi aparatur sipil negara penuh waktu.

“Tidak ada lagi PPPK yang paruh waktu, semua harus penuh waktu," tegas Said.

Dalam peringatan May Day tersebut, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung di Monas untuk mendengarkan sekaligus merespons aspirasi buruh.

Menurut Said, sebagian dari 11 isu itu sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan KSPI dengan Presiden pada Selasa (28/4/2026).

“Ada beberapa isu yang krusial, yang sangat penting bagi buruh Indonesia dijawab dan ditegaskan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto yang tentunya ini adalah progres atau tindak lanjut dari permintaan, harapan, dan isu yang dibawa oleh KSPI tersebut," ungkapnya.

KSPI memperkirakan jumlah peserta May Day di Monas mencapai ratusan ribu orang. Dari jumlah itu, sekitar 50 ribu peserta berasal dari anggota KSPI di wilayah Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, hingga Cirebon Raya.

Selain itu, massa buruh dari Serang, Cilegon, Cianjur, dan Sukabumi juga dipastikan turut hadir dalam aksi tersebut.

"Total massa buruh yang akan mengikuti perayaan May Day di Monas bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto 1 Mei 2026 adalah berjumlah ratusan ribu karena berasal dari serikat-serikat buruh lainnya di luar yang berasal dari KSPI," ujar Said.

x|close