Ntvnews.id, Jakarta - Gelaran Road to Maybank Marathon 2026 kembali menegaskan bahwa tren lari di Indonesia kini memasuki fase baru: bukan lagi sekadar ramai, tapi juga semakin serius dan terukur. Tahun ini, program pelatihan menuju ajang utama di Bali itu diperluas ke enam kota besar, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Denpasar, sebagai upaya menjangkau lebih banyak pelari di seluruh Indonesia.
Dalam konferensi pers terbaru, Project Director Maybank Marathon Bambang Irawan menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang lari, yang bahkan membuat slot lomba cepat habis setiap tahunnya. Namun di balik euforia tersebut, ada persoalan penting yang disorot: banyak pelari belum benar-benar siap secara fisik maupun strategi.
“Kami melihat tidak semua yang ikut marathon itu siap berlari. Karena itu kami hadirkan program pelatihan terstruktur melalui Road to Maybank Marathon,” ujar Bambang.
Program ini menjadi jembatan penting antara ambisi dan kesiapan. Selama beberapa minggu, peserta akan dibimbing melalui latihan terukur yang digelar serentak di enam kota, mulai dari teknik dasar hingga strategi menghadapi kondisi ekstrem seperti cuaca panas dan rute menanjak khas Bali. Maybank menegaskan bahwa marathon bukan sekadar garis finish, melainkan perjalanan menyeluruh dari persiapan hingga pengalaman di hari lomba.
Baca Juga: Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 2026
Dari sisi teknis, running coach Coach Dodit mengungkap kesalahan paling umum pelari adalah berlatih tanpa pengukuran yang jelas. Banyak yang cenderung memaksakan kecepatan (over pace), sehingga berujung kelelahan berlebih hingga cedera. “Lari itu olahraga terukur. Harus tahu pace, zona latihan, dan kemampuan tubuh sendiri,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pembagian intensitas latihan, seperti easy run, tempo, dan interval, yang semuanya bisa dihitung dari performa dasar, misalnya hasil lari 5 kilometer. Tanpa pendekatan ini, latihan justru berisiko menurunkan performa, bukan meningkatkannya.
Sementara itu, sport science coach Matias Ibo menyoroti aspek yang sering diabaikan: manajemen energi dan strategi lomba. Banyak pelari, menurutnya, kehabisan tenaga di awal lomba karena tidak mengatur pace dengan baik. Ia merekomendasikan strategi negative split, yakni berlari lebih lambat di awal dan mempercepat di akhir.
“Finish strong itu bukan kebetulan, tapi hasil dari strategi sejak awal, kapan makan, minum, hingga mengatur pace,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya nutrisi, hidrasi, serta simulasi lomba selama masa latihan. Bahkan, hal sederhana seperti mencoba jenis makanan saat long run menjadi krusial agar tubuh tidak “kaget” saat hari perlombaan.
Tantangan utama Maybank Marathon di Bali justru menjadi daya tarik tersendiri. Rute dengan elevasi tinggi, cuaca panas, serta kelembapan ekstrem menuntut pelari untuk berlatih lebih spesifik, termasuk heat adaptation dan hill training.
Dengan pendekatan yang semakin ilmiah dan jangkauan latihan di berbagai kota, Road to Maybank Marathon 2026 tak hanya mempersiapkan pelari untuk finis, tetapi juga untuk melakukannya dengan aman dan optimal. Seperti tagline yang diusung: Train Smart, Race Safe, Finish Strong.
Bambang Irawan, Project Director Maybank Marathon; Coach Dodit, Running Coach; dan Matias Ibo, Sport Science Coach (NTVNews.id: Dedi)