Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat komitmen di sektor pendidikan melalui program sekolah swasta gratis. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Pada tahun 2026, sebanyak 103 sekolah swasta di Jakarta telah masuk dalam program ini dengan total anggaran mencapai Rp253,6 miliar. Langkah ini melengkapi kebijakan pendidikan gratis di sekolah negeri yang memang sudah berjalan.
Menurutnya, pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah DKI bersama DPRD DKI Jakarta. Berbagai program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, hingga sekolah swasta gratis dirancang untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan.
Baca Juga: Pramono Gratiskan 103 Sekolah Swasta, Anggaran Capai Rp253,6 Miliar
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Anggota DPRD DKI Tina Toon Minta Pramono Tambah 200 Sekolah Gratis
"Tentunya mudah-mudahan akan semakin memperkecil, mempersempit peluang anak Jakarta untuk tidak bisa sekolah karena tidak mampu," ucapnya di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Ia juga menekankan bahwa dukungan DPRD sangat besar dalam merealisasikan kebijakan ini. Ke depan, jumlah sekolah swasta gratis berpotensi terus bertambah, seiring dengan ketersediaan anggaran daerah.
Tak hanya sekolah umum, Pramono memastikan program ini akan dijalankan secara adil dan inklusif, termasuk mencakup madrasah. Pemerintah DKI ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.
"Ya pokoknya harus adil bagi semuanya termasuk madrasah. Sekali lagi termasuk madrasah," tutup Pramono Anung.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)