Ntvnews.id, London - Dua warga Yahudi menjadi korban penikaman oleh seorang pria di kawasan London utara, Inggris, pada Rabu, 29 April 202 waktu setempat. Insiden tersebut memicu kemarahan pemerintah Israel yang langsung melontarkan kecaman keras.
Peristiwa itu terjadi setelah serangkaian aksi pembakaran yang menyasar berbagai lokasi milik komunitas Yahudi. Kawasan London utara diketahui menjadi sasaran karena banyak dihuni warga Inggris keturunan Yahudi.
Organisasi pengawas komunitas Yahudi, Shomrim, melalui media sosial menyebut seorang pria telah diamankan usai berlari sambil membawa pisau dan "berupaya menilam warga Yahudi di ruang publik," seperti dikutip dari AFP, Kamis, 30 April 2026.
Organisasi tersebut juga menyampaikan bahwa dua korban penikaman telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan dari Hatzola, layanan ambulans relawan milik komunitas Yahudi.
Insiden itu berlangsung di Golders Green, wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Yahudi terbesar di Inggris.
Baca Juga: Ambulans Relawan Milik Yahudi Dibakar di London
Aksi penikaman tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah sejumlah serangan pembakaran terhadap sinagoga dan pusat kegiatan komunitas Yahudi di London utara dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, serangan serupa juga pernah terjadi di Manchester utara pada Oktober tahun lalu saat perayaan hari raya Yahudi Yom Kipur. Insiden itu menewaskan dua orang serta menyebabkan tiga lainnya mengalami luka serius, sekaligus meningkatkan kekhawatiran di kalangan komunitas Yahudi.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Wali Kota London Sadiq Khan langsung mengecam serangan tersebut dan meminta aparat segera melakukan penyelidikan menyeluruh.
"Serangan anti-Semit di Golders Green benar-benar mengerikan. Serangan terhadap komunitas Yahudi kita adalah serangan terhadap Inggris," tulis Starmer melalui akun X miliknya.
Arsip - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)
"Mereka yang bertanggung jawab akan dibawa ke pengadilan," katanya.
Insiden penikaman itu juga memicu reaksi keras dari pemerintah Israel. Kementerian Luar Negeri Israel meminta pemerintah Inggris mengambil langkah nyata untuk menangani meningkatnya aksi antisemitisme di negara tersebut.
"Setelah serangan terhadap sinagoga, organisasi Yahudi, ambulans komunitas, dan sekarang orang Yahudi yang menjadi sasaran di Golders Green, pemerintah Inggris tidak dapat lagi mengeklaim bahwa ini terkendali," tulis Kemlu Israel di X.
"Pernyataan Perdana Menteri Keir Starmer bukanlah pengganti untuk menghadapi akar antisemitisme yang merajalela di seluruh Inggris Raya. Cukup sudah kata-kata. Inggris harus bertindak tegas dan segera," tambahnya.
Ilustrasi Penikaman (Istimewa)