Ambulans Relawan Milik Yahudi Dibakar di London

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 18:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Terbakar Api Terbakar Api (Istimewa)

Ntvnews.id, London - Sejumlah ambulans milik organisasi relawan Yahudi dibakar oleh orang tak dikenal saat terparkir di luar sinagoge di London, Inggris, pada Senin, 23 Maret 2026 dini hari.

Dilansir dari CNN, Senin, 23 Maret 2026, insiden tersebut terjadi di kawasan Golders Green, London utara, ketika warga sekitar masih terlelap. Puluhan petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api.

Kepolisian Metropolitan London menyatakan bahwa peristiwa ini dikategorikan sebagai tindakan anti-Semitisme. "Serangan pembakaran ini dianggap sebagai kejahatan anti-Semit," demikian pernyataan polisi, seperti dikutip CNN.

Rekaman CCTV di sekitar sinagoge menunjukkan tiga orang dengan wajah tertutup mendekati ambulans milik organisasi Hatzola Northwest di Sinagoge Machzikei Hadath sekitar pukul 01.36 waktu setempat. Tak lama setelah itu, api mulai terlihat dan kebakaran pun terjadi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu tiga terduga pelaku yang terekam dalam kamera pengawas, namun belum ada penangkapan yang dilakukan.

Baca Juga: Transjakarta Siapkan 5 Rute Khusus EID dari Pulo Gebang untuk Arus Balik Mudik 2026

Seorang warga setempat, Charlie Richards, mengaku mendengar beberapa suara ledakan saat kejadian berlangsung. Rekaman video yang ia ambil memperlihatkan kobaran api besar berwarna oranye disertai asap tebal yang membumbung tinggi. Polisi menduga ledakan tersebut berasal dari tabung gas yang berada di dalam ambulans.

Ketua Hatzola Northwest, Shloimie Richman, mengungkapkan bahwa empat dari enam ambulans milik organisasinya hangus terbakar dalam insiden tersebut. Ia menduga aksi tersebut merupakan serangan yang menyasar komunitas Yahudi.

Mobil terbakar <b>(IG @jakarta.hari.ini)</b> Mobil terbakar (IG @jakarta.hari.ini)

"Jelas kami prihatin bahwa ini adalah serangan langsung terhadap komunitas Yahudi," kata Richman.

Ia juga menyebutkan bahwa sebelum kejadian, pihaknya tidak pernah menerima ancaman apa pun.

Golders Green sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan dengan komunitas Yahudi dan Yahudi Ortodoks terbesar di Inggris, dengan banyak sinagoge, sekolah, serta restoran kosher.

Berdasarkan data sensus 2021, sekitar 300.000 orang di Inggris dan Wales mengidentifikasi diri sebagai Yahudi. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa sentimen kebencian terhadap komunitas Yahudi menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

x|close