Inggris Bantu Rencana Buka Selat Hormuz, Tapi...

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 06:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (Antara)

Ntvnews.id, London - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan pemerintahnya tengah bekerja sama dengan sejumlah negara sekutu untuk merencanakan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, ia menegaskan bahwa Inggris tidak ingin negaranya terlibat dalam konflik militer yang lebih luas di kawasan tersebut.

Dilansir dari BBC, Selasa, 17 Maret 2026, pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas desakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang meminta negara-negara sekutu segera mengerahkan kapal perang mereka. Armada tersebut direncanakan untuk membantu membuka kembali jalur strategis pengiriman minyak dunia di Selat Hormuz.

Starmer menjelaskan bahwa pemerintah Inggris saat ini masih melakukan pembicaraan intensif dengan Amerika Serikat, negara-negara sekutu di Eropa, serta negara-negara kawasan Teluk. Diskusi tersebut mencakup kemungkinan pengiriman drone pemburu ranjau laut milik Inggris ke wilayah konflik.

Meski demikian, Starmer memberi sinyal kuat bahwa Inggris kemungkinan tidak akan mengirimkan armada kapal perang ke kawasan tersebut. Sikap tersebut memicu kritik dari Trump yang menilai pemerintah Inggris kurang memberikan dukungan nyata terhadap operasi militer Amerika Serikat.

Baca Juga: Ukraina Hentikan aliran Minyak Druzhba karena alasan Politik

Ketegangan antara kedua sekutu itu semakin meningkat setelah Starmer juga menolak memberikan izin kepada militer Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan Inggris sebagai titik serangan terhadap Iran.

Ia menegaskan bahwa keputusan untuk mengirim pasukan Inggris ke medan perang merupakan tanggung jawab yang sangat besar bagi seorang perdana menteri.

"Keputusan kita harus didasarkan pada penilaian yang tenang dan berkepala dingin tentang kepentingan nasional Inggris," tegas Starmer.

Starmer juga mengakui bahwa keputusannya untuk tidak ikut dalam serangan terhadap Iran memicu kritik dari berbagai pihak. Namun ia menegaskan tetap berpegang pada prinsip kemanusiaan yang sama seperti ketika ia menentang Perang Irak 2003.

x|close