Ntvnews.id, Jakarta - Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Senin, 27 April 2026 malam. Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang berhenti akibat menabrak taksi yang mogok, di perlintasan kereta.
Sebanyak 14 orang tewas akibat kecelakaan ini. Meski begitu, masinis KA Argo Bromo Anggrek selamat dalam peristiwa itu. Hal tersebut diungkap Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Dirut KAI) Bobby Rasyidin.
"(Masinis) Sudah di luar. Kondisinya baik (selamat)," ujarnya, Selasa, 28 April 2026.
Adapun sosok masinis KA Argo Bromo Anggrek yang selamat, dibeberkan salah seorang penumpang kereta itu. Penumpang pria tersebut bahkan sempat berbincang dengan sang masinis, sebelum kereta yang ditumpanginya melaju.
Mulanya, terlihat seorang pria sedang melakukan live streaming sebelum tabrakan terjadi. Dia pun sempat menyorot bagian depan kereta dan berbincang dengan masinis.
"Dengan siapa, Pak?" tanya pria itu, dalam unggahan akun Instagram @rzyptr.14.
"Nofiandi," jawab masinis.
"Pak Nofi sang masinis kita. Nanti akan membawa Argo Bromo Anggrek. Betul begitu, Pak?," tanya pria itu.
"Betul, Pak," jawab masinis kembali.
Lalu pria tersebut sempat mempertanyakan kecepatan kereta. "Dengan kecepatan berapa, Pak?," tanya dia.
"Maksimalnya 120," jawab Nofi.
Ia mengatakan bahwa kecepatan kereta bisa dilihat di rangkaian kereta. Seusai itu, video bergulir ke dalam kereta. Pria tersebut mengatakan kalau dirinya hendak ke gerbong makan terlebih dahulu.
Namun kala dirinya hendak berhenti, terdengar suara dentuman kencang. Kereta yang ditumpanginya pun seketika langsung berhenti.
"Kecelakaan, Astaghfirullah, Allahu Akbar," kata dia.
Kemudian ia keluar dari kereta dan melihat kondisi stasiun sudah berantakan. "Kita nabrak ini, KRL ya," kata dia.
Nampak sejumlah orang berlarian berusaha menyelamatkan penumpang yang terjepit.
Pria diduga masinis KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram)