Sinyal Mendadak Berubah, Asisten Masinis Klaim Ada Kejanggalan Sebelum Tabrakan di Bekasi Timur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 13:06
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Tragedi tabrakan kereta di emplasemen Stasiun Bekasi Timur memunculkan berbagai dugaan awal mengenai penyebab insiden yang menewaskan belasan orang. Salah satu sorotan utama datang dari kesaksian asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek yang mengklaim adanya kejanggalan pada sistem sinyal menjelang kecelakaan.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, asisten masinis tersebut menyebut adanya gangguan komunikasi yang diduga berkaitan dengan kesalahan sistem sinyal. Ia menilai kondisi itu berdampak langsung pada respons operasional kereta, khususnya dalam proses pengereman yang tidak berjalan optimal saat situasi genting terjadi.

“Miss komunikasi, kayaknya tadi sinyalnya ada yang eror,” ujar asisten masinis.

Ia juga mengungkapkan bahwa informasi dari pusat kendali belum sepenuhnya diterima ketika kondisi darurat berlangsung. Menurutnya, perubahan sinyal terjadi secara tiba-tiba dan tidak sesuai dengan alur komunikasi yang semestinya.

Baca Juga: Ditjen Imigrasi Pastikan Isu Kebocoran 3 Juta Data e-Visa Hoaks

“Tadi nginfoin PK (Pusat kendali) nya, cuman saya belum kopi informasinya sepenuhnya, udah keburu sinyalnya merah,” katanya.

Lebih jauh, ia menilai perubahan aspek sinyal tersebut tidak sesuai dengan prosedur normal perjalanan kereta. Dalam sistem yang seharusnya berjalan, perubahan dari hijau tidak semestinya langsung menjadi merah tanpa melalui tahapan tertentu.

“Harusnya itu gak bisa merah. Soalnya dari Bekasi hijau, koneksi harusnya, kalau hijau di sini maksimal kuning, tak bisa merah,” jelas asisten masinis KA Argo Bromo.

Di tengah kondisi tersebut, kereta tetap melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk berhenti secara sempurna ketika terjadi perubahan sinyal mendadak.

“Kecepatan lumayan, 110 km/jam,” tambahnya.

Baca Juga: Seluruh Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur adalah Wanita

Insiden ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB di KM 28+920, tepatnya di area emplasemen stasiun. Rangkaian kejadian bermula dari insiden sebelumnya ketika sebuah kereta rel listrik (KRL) menabrak mobil taksi di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal.

Akibat kejadian awal tersebut, perjalanan Commuter Line PLB 5568A (CL KPB–CKR) terganggu hingga menyebabkan kereta berhenti di jalur. Dalam situasi itu, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghentikan laju, sehingga akhirnya menabrak bagian belakang rangkaian KRL.

Hingga Selasa pagi, 28 April 2026 pukul 08.45 WIB, PT Kereta Api Indonesia mencatat sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Proses evakuasi korban masih berlangsung, sementara penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

x|close