Bocah 12 Tahun Tewas Dihantam Kereta Api di Sragen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Apr 2026, 14:34
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Seorang bocah berusia 12 tahun tertemper kereta api (KA) saat menyeberangi jalur rel di Dukuh Ngeseng RT 020/RW 006, Kelurahan Kwangen, Kecamatan Gemolong, Sragen, Jumat (24/4/2026) sore. Anak laki-laki tersebut meninggal dunia dengan luka di kepala. Seorang bocah berusia 12 tahun tertemper kereta api (KA) saat menyeberangi jalur rel di Dukuh Ngeseng RT 020/RW 006, Kelurahan Kwangen, Kecamatan Gemolong, Sragen, Jumat (24/4/2026) sore. Anak laki-laki tersebut meninggal dunia dengan luka di kepala. (akun sragen kita)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang bocah berusia 12 tahun tertemper kereta api (KA) saat menyeberangi jalur rel di Dukuh Ngeseng RT 020/RW 006, Kelurahan Kwangen, Kecamatan Gemolong, Sragen, Jumat (24/4/2026) sore. Anak laki-laki tersebut meninggal dunia dengan luka di kepala.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Gemolong, Sragen, AKP Liyan Prasetyo, kepada Espos, Sabtu (25/4/2026), mengungkapkan bocah laki-laki tersebut tertemper KA Joglosemarkerto pada Jumat pukul 16.15 WIB.

Dia menyampaikan korban diketahui berinisial CCP, 12, warga Sidodadi RT 002/RW 002, Gemolong, Kecamatan Gemolong, Sragen. Korban menyeberangi jalur KA sembari menuntun sepeda angin merek Polygon.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sragen Kita (@sragenkita)

AKP Liyan melanjutkan KA Joglosemarkerto dengan loko CC 2018304 dan masinis Umar dan asisten Arif Ibnu melaju di rute jurusan Semarang-Solo. Dia menjelaskan semula anak laki-laki yang menjadi korban menuntun sepeda angin dari arah barat ke arah timur dengan maksud menyeberang perlintasan KA.

Bersamaan dengan itu, kata dia, dari arah utara ke selatan melaju KA Joglosemarkerto dengan kecepatan sedang. "Karena jarak yang sudah dekat anak laki-laki tersebut tertemper mengenai kepala dan mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar dia.

Video diunggah akun sragen kita.

x|close