Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin disebut mengajukan syarat khusus untuk dapat bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Dilansir dari Reuters, Jumat, 24 April 2026, Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa pertemuan antara kedua pemimpin hanya akan dilakukan jika bertujuan menyelesaikan kesepakatan terkait perang yang tengah
Pernyataan Peskov muncul setelah Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Turki untuk menjadi tuan rumah pertemuan antara Putin dan Zelensky dalam rangka membahas upaya perdamaian.
"Yang terpenting adalah tujuan pertemuan ini. Mengapa mereka harus bertemu? Putin telah mengatakan dia siap untuk bertemu di Moskow kapan saja," kata Peskov, seperti dikutip Reuters.
"Yang terpenting adalah harus ada alasan untuk bertemu, dan yang terpenting adalah pertemuan itu harus produktif. Dan itu hanya dapat dilakukan untuk tujuan menyelesaikan kesepakatan," imbuhnya.
Baca Juga: Penembakan di Ukraina Tewaskan 6 Orang, Pelaku Sempat Sandera Pengunjung Supermarket
Peskov menegaskan bahwa pertemuan tersebut juga memerlukan persiapan matang serta adanya kemauan politik dari pihak Kyiv.
"Dan untuk saat ini, kami tidak melihat kemauan politik seperti itu," imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Rusia dalam operasi militernya—yang disebut sebagai "operasi militer khusus"—adalah untuk melindungi kepentingan vital negara serta mencegah serangan terhadap infrastruktur energi dan target lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)
Peskov juga menyatakan bahwa Rusia terbuka untuk menggelar pembicaraan baru terkait penyelesaian konflik, termasuk dengan perwakilan dari Amerika Serikat, bahkan dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Sybiha mengatakan bahwa Kyiv telah mengajukan permintaan kepada Turki untuk memfasilitasi pertemuan antara kedua pemimpin. Namun hingga kini belum ada kepastian terkait respons dari Ankara.
Di sisi lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diketahui telah menyampaikan kepada Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte bahwa pihaknya tengah berupaya menghidupkan kembali proses negosiasi antara Rusia dan Ukraina, termasuk mempertemukan kedua kepala negara tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin (Tangkapan Layar)