Ratas dengan Prabowo, Mendiktisanitek: Kampus Diminta Terlibat Aktif dalam Proyek Giant Sea Wall

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 16:58
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menidikti Sainten Brian Yuliarto Menidikti Sainten Brian Yuliarto (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisanitek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kementeriannya akan berpartisipasi aktif dalam proyek pembangunan Giant Sea Wall setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 20 April 2026.

“Rapat terbatas dipimpin Bapak Presiden terkait dengan Giant Sea Wall, ya. Jadi tentu kami dari Kementerian Diktisaintek diminta untuk berpartisipasi aktif karena Giant Sea Wall ini kan strategis menyelamatkan 60% kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk yang kalau program ini berjalan, maka akan bisa menyelamatkan tadi dua hal itu setidaknya,” ujar Brian.

Ia menjelaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi akan dioptimalkan, mengingat banyak hasil riset yang sudah dilakukan dan bahkan diuji coba di lapangan.

Baca Juga: Mendikti Saintek dan Menteri KP Sambangi Istana Bertemu Prabowo, Bahas Apa?

“Nah, banyak hasil-hasil penelitian di kampus, ya, yang juga sudah uji coba salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang, ya. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif. Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan Giant Sea Wall itu diminta untuk terlibat. Iya, sementara itu ya," jelasnya.

Menidikti Sainten Brian Yuliarto <b>(NTVnews)</b> Menidikti Sainten Brian Yuliarto (NTVnews)

Terkait implementasi, Brian mengungkapkan bahwa langkah awal akan segera dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan para ahli.

“Iya, jadi langsung nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa proyek, ya. Untuk pembuatan daratan, reklamasi, dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut di Indonesia," sambungnya.

Saat ditanya apakah keterlibatan tersebut hanya sebatas kajian teknis, ia menegaskan bahwa peran akademisi akan lebih luas.

“Iya, bahkan lebih dari itu, langsung dilibatkan nantinya masuk ke dalam timnya yang dipimpin oleh Kepala Otorita Tanggul Laut," pungkasnya.

x|close