Ribuan Pendatang Masuk Jakarta, Mayoritas Usia Produktif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Apr 2026, 13:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta sedang mendata masyarakat yang merupakan pendatang baru. ANTARA/HO-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta Ilustrasi - Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta sedang mendata masyarakat yang merupakan pendatang baru. ANTARA/HO-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta (Antara)

Ntvnews.id , JakartaDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 7.911 pendatang baru telah masuk ke wilayah Jakarta hingga Minggu, 19 April 2026.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menjelaskan bahwa pendataan tersebut telah dilakukan sejak 25 Maret hingga akhir April 2026 melalui sosialisasi serta layanan jemput bola bagi pendatang baru pasca Lebaran 2026 di seluruh wilayah kota administrasi, termasuk Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Data tersebut bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pendataan hingga akhir April 2026," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 19 April 2026.

Ia menyebutkan bahwa Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional masih menjadi tujuan utama masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan setelah Lebaran.

Baca Juga: Wamendagri: Dukcapil Punya Peran Penting Dukung Data Cek Kesehatan Gratis

"Berdasarkan data yang masuk, lebih dari 57 persen pendatang baru berada pada usia produktif yaitu 20-39 tahun,” katanya.

Menurut Denny, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menerapkan operasi yustisi, melainkan menggunakan pendekatan humanis dengan melibatkan koordinasi antara wali kota, bupati, camat, lurah, hingga pengurus RT dan RW.

"Disertai dengan sosialisasi kepada warga dan layanan jemput bola pendataan pendatang baru di pemukiman warga dan seluruh loket pelayanan Dukcapil di DKI Jakarta," ucapnya.

Kegiatan sosialisasi di tingkat kota administrasi dijadwalkan kembali berlangsung secara serentak pada 20 April 2026 di lima wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Selain itu, Denny mengimbau bagi penduduk yang hanya tinggal sementara agar mendaftarkan diri sebagai penduduk nonpermanen melalui layanan Dukcapil di tingkat kecamatan atau Suku Dinas sesuai domisili.

"Bagi penduduk yang hanya menetap sementara di Jakarta diimbau untuk mendaftar sebagai penduduk nonpermanen di loket pelayanan Dukcapil tingkat kecamatan atau Suku Dinas Dukcapil sesuai domisili. Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, pendaftaran penduduk nonpermanen juga dapat dilakukan melalui Identitas Kependudukan Digital,” ucap Denny.

Pendataan penduduk dinilai menjadi instrumen penting dalam penyusunan kebijakan berbasis data (data-driven policy), termasuk untuk menentukan prioritas pembangunan serta kesiapan infrastruktur seperti transportasi publik, layanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik lainnya.

Baca Juga: Heboh Warga Negara Israel Punya KTP Cianjur, Disdukcapil Bilang Begini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap arus urbanisasi pasca Lebaran dapat lebih terkendali sehingga para pendatang mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian ibu kota.

Masyarakat juga dapat memantau data pendatang melalui situs resmi Dukcapil DKI Jakarta pada menu “Pendatang Pasca Lebaran”.

Bagi pendatang baru, diimbau segera mengurus administrasi kependudukan melalui loket layanan Dukcapil di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota/kabupaten administrasi.

Seluruh layanan administrasi kependudukan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.

Selain itu, Dukcapil juga menyediakan layanan tambahan SaPa (Sabtu Pelayanan Adminduk) yang digelar pada minggu ketiga setiap bulan, termasuk pada Sabtu, 18 April 2026 di seluruh titik layanan Dukcapil.

(Sumber: Antara)

x|close