Sistem Tol Nirsentuh MLFF Masih Tahap Pra-Uji Coba

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 15:05
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Sejumlah pengendara melakukan transaksi non tunai menggunakan kartu e-Toll di Gerbang Tol Cisalak I, Tol Cijago, Depok, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc/aa.) Arsip foto - Sejumlah pengendara melakukan transaksi non tunai menggunakan kartu e-Toll di Gerbang Tol Cisalak I, Tol Cijago, Depok, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc/aa.) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan bahwa penerapan sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) masih berada pada tahap awal, yakni pra-uji coba yang mencakup pelaksanaan functional test dan belum masuk ke tahap uji coba secara luas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menjelaskan bahwa pengembangan MLFF merupakan bagian dari upaya transformasi sistem layanan jalan tol nasional yang dilakukan secara bertahap dan terukur.

“Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan,” ujar Wilan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

Baca Juga: Moeldoko Ingatkan Soal Percepatan Implementasi Program MLFF

Ia menambahkan bahwa saat ini proses pengembangan masih berada pada fase awal sebelum nantinya masuk ke tahap uji coba yang lebih luas.

“Saat ini kami masih berada pada tahap pra-uji coba yang mencakup functional test. Tahapan ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh,” katanya.

Selain kesiapan teknologi, faktor pengguna juga menjadi aspek penting dalam implementasi sistem MLFF.

Meskipun tingkat penggunaan smartphone di masyarakat cukup tinggi, masih terdapat tantangan terkait literasi digital, akses terhadap teknologi, serta kepatuhan pengguna dalam mengikuti sistem yang diterapkan.

“Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku. Oleh karena itu, perlu disiapkan proses adaptasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik,” kata Wilan.

Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti pentingnya kesiapan ekosistem pendukung. Koordinasi terus diperkuat bersama badan usaha pelaksana MLFF dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: Menteri PU Ungkap Teknologi MLFF Dapat Atasi Kemacetan dan Efisiensi Biaya Tol

Langkah tersebut mencakup penyelarasan regulasi, integrasi sistem, penguatan keamanan data, hingga dukungan operasional guna memastikan implementasi berjalan optimal.

Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan penerapan MLFF sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, kesiapan pengguna, dan kesiapan ekosistem secara keseluruhan.

Dengan pendekatan bertahap ini, diharapkan sistem MLFF mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, efisiensi perjalanan, serta kualitas layanan jalan tol di masa mendatang.

(Sumber: Antara)

x|close