Kongres Pemasyarakatan Dunia di Bali Rumuskan Pendekatan Baru Pembinaan Warga Binaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 23:32
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memberikan sambutan di sela pembukaan WCPP ke-7 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (14/4/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memberikan sambutan di sela pembukaan WCPP ke-7 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (14/4/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna (Antara)

Ntvnews.id, Nusa Dua, Bali - Kongres Pemasyarakatan Dunia atau World Congress on Probation and Parole ke-7 merumuskan pendekatan baru dalam pembinaan warga binaan dengan menitikberatkan pada konsep keadilan yang lebih cerdas, pemulihan, serta harmoni sosial.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan bahwa hasil perumusan tersebut akan menjadi rekomendasi global bagi sistem pembinaan pemasyarakatan.

“Hasil (perumusan) merupakan rekomendasi dan menjadi acuan bagi pola pembinaan warga binaan pemasyarakatan di seluruh dunia,” kata Agus Andrianto di sela pembukaan kongres di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 14 April 2026.

Baca Juga: Takut Diamuk Massa, Pelaku Begal Paha di Bali Kritis Usai Hantam Balai Warga

Ia menjelaskan bahwa paradigma pemidanaan kini mulai bergeser dari pendekatan pemenjaraan menuju upaya pemulihan. Sistem pemasyarakatan diarahkan agar lebih fleksibel dan berbasis data serta bukti ilmiah, sehingga tidak hanya berfokus pada penahanan di dalam sel, tetapi juga mempertimbangkan alternatif lain yang lebih efisien tanpa mengurangi nilai keadilan.

Konsep kedua yang diusung adalah pemulihan, di mana hukum tidak lagi dipandang sebagai sarana pembalasan, melainkan sebagai instrumen untuk reintegrasi sosial, baik bagi pelaku, korban, maupun masyarakat. Selain itu, konsep harmoni sosial juga menjadi perhatian utama dengan tujuan memutus rantai residivisme melalui pendampingan, pembinaan, dan pengawasan oleh lembaga terkait seperti Balai Pemasyarakatan.

Baca Juga: Pelantikan Dirjen Imigrasi Baru, Agus Andrianto Tekankan Profesionalisme dan Makna Pengabdian

Dalam forum internasional ini, lebih dari 400 delegasi dari sekitar 40 negara turut berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik dalam pembinaan warga binaan. Indonesia juga mempresentasikan model pemasyarakatan nasional yang menitikberatkan pada pemberdayaan sebagai bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

“Pola yang kami lakukan berbeda dengan negara lain. Namun kami akan saling bertukar pengalaman, nanti yang paling ideal yang mana, apa cocok diterapkan di negara kita, apa mereka cocok dengan pola pembinaan kami,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, sebanyak 33 provinsi di Indonesia turut memamerkan hasil karya warga binaan berupa kerajinan, fesyen, hingga produk usaha mikro. Tak hanya itu, dekorasi acara serta pertunjukan seni seperti musik dan tari kontemporer juga melibatkan warga binaan dari Bali, sebagai contoh nyata program pemberdayaan yang ditampilkan kepada delegasi dunia.

(Sumber: Antara)

x|close