Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai organisasi kemasyarakatan (ormas) Pemuda Pancasila (PP), lebih terkenal dibandingkan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Karenanya, Anggota Komisi XIII DPR RI, Edison Sitorus meminta kinerja BPIP ditingkatkan, sehingga keberadaannya bisa diketahui publik.
Hal ini dinyatakan Edison, saat rapat bersama BPIP di Komisi XIII DPR RI, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Mulanya, ia mempertanyakan hubungan BPIP dengan Pemuda Pancasila. Karena, eksistensi BPIP di masyarakat dinilai masih kalah jauh dari Pemuda Pancasila.
"Saya Pak Kepala ingin menanyakan, apakah ada hubungannya antara BPIP dengan ormas Pemuda Pancasila karena di masyarakat terus terang lebih terkenal Pemuda Pancasila daripada BPIP ini," ujar Edison saat rapat.
Baca Juga: KSAL Pastikan Kesiapan Tempur Marinir Lewat Sidak di Pasmar 1
Ia lantas meminta agar BPIP jangan kalah keren dengan Pemuda Pancasila. Menurut Edison, saat ini lebih banyak masyarakat yang meminta bantuan kepada Pemuda Pancasila dibandingkan ke BPIP.
"Jadi seolah-olah antara seperti ini BPIP dengan Pemuda Pancasila sama-sama Pancasila juga ini kan. Nah, jangan sampai yang memang BPIP ini kalah keren dengan Pemuda Pancasila ormas ini," jelas dia.
Sementara, Anggota Komisi XIII DPR, Ahmad Basarah menilai pertanyaan Edison sebagai satire. Secara statistik, kata Basarah, pertanyaan itu bisa dijawab karena ormas Pemuda Pancasila sudah ada sejak tahun 1959, tapi BPIP baru dibentuk pada 2018.
Walau begitu, kata Basarah, maksud pernyataan Edison bukan soal waktu, tapi soal peran dan eksistensi BPIP.
"Yang dimaksud oleh beliau adalah bagaimana eksistensi lembaga BPIP ini dalam lanskap kelembagaan-kelembagaan negara yang bersifat nonkonstitusional body atau yang kewenangannya di luar UUD dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita" tandas Basarah.
Logo BPIP.