Dubai Batasi Penerbangan Asing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
dubai dubai (dok UBS)

Ntvnews.id, Dubai - Pemerintah Dubai memberlakukan pembatasan jumlah penerbangan harian bagi maskapai asing hingga 31 Mei 2026. Kebijakan ini memicu protes dari maskapai-maskapai asal India yang mengaku mengalami kerugian signifikan.

Dilansir dari Reuters, Senin, 13 April 2026, pembatasan tersebut dilakukan akibat krisis geopolitik yang masih berlangsung. Kebijakan ini menggagalkan rencana maskapai India yang sebelumnya telah menyiapkan penambahan frekuensi penerbangan ke kota tersebut dari berbagai rute internasional.

Federasi Maskapai Penerbangan India (FIA) yang mewakili IndiGo, Air India, dan SpiceJet mendesak pemerintah India agar menekan otoritas Dubai untuk mencabut kebijakan tersebut. Jika upaya tersebut gagal, FIA bahkan meminta pemerintah mempertimbangkan langkah balasan terhadap maskapai asal UEA seperti Emirates dan flydubai. Permintaan ini disampaikan melalui surat resmi pada 31 Maret.

Saat ini, maskapai India tengah menghadapi tekanan finansial akibat tingginya harga bahan bakar serta rute penerbangan yang menjadi lebih panjang menuju kawasan Barat. Kondisi tersebut dipicu oleh larangan melintasi wilayah udara Pakistan sejak tahun lalu, menyusul ketegangan militer antara kedua negara.

Baca Juga: Iran Serang Kapal Tanker Kuwait di Dubai

Dalam pemberitahuan melalui email pada 27 Maret, manajemen Dubai Airports menyampaikan bahwa setiap maskapai hanya diperbolehkan menjalankan satu penerbangan pulang-pergi per hari ke Bandara Internasional Dubai (DXB). Selain itu, operasional di Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) juga akan dibatasi selama periode musim panas, yakni mulai 20 April hingga 31 Mei, sebagai perpanjangan dari kebijakan sebelumnya.

"Maskapai penerbangan tetap dibatasi hanya satu rotasi per hari, sampai kapasitas memungkinkan lebih banyak penerbangan. Slot tambahan akan dialokasikan jika kapasitas tersedia," katanya.

FIA menilai kebijakan ini tidak adil karena tidak berlaku bagi maskapai UEA, sehingga berpotensi menciptakan persaingan yang timpang dan menyebabkan kerugian pendapatan yang "substansial".

Pihak Dubai Airports maupun kantor media Dubai belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar. Sementara itu, flydubai menyebut jadwal penerbangannya telah disetujui oleh otoritas terkait, sedangkan Emirates belum memberikan respons.

Dubai, 1 Maret (Xinhua)  <b>(Antara)</b> Dubai, 1 Maret (Xinhua) (Antara)

Kebijakan ini muncul di tengah keluhan lama maskapai Teluk terkait perjanjian layanan udara bilateral dengan India yang membatasi kapasitas kursi antar kedua negara. Otoritas India sendiri menilai aturan tersebut diperlukan untuk melindungi maskapai domestik di pasar yang kompetitif.

Sebagai pasar utama, India tercatat menjadi sumber penumpang terbesar bagi DXB pada 2025 dengan total 11,9 juta penumpang. Data jadwal penerbangan April–Mei dari Cirium menunjukkan pembatasan ini paling berdampak pada maskapai India.

Air India bersama anak usahanya, Air India Express, telah menjadwalkan lebih dari 750 penerbangan ke DXB dalam periode tersebut. IndiGo merencanakan 481 penerbangan, diikuti Saudia dan Gulf Air masing-masing 480 dan 404 penerbangan. Sementara itu, SpiceJet menjadwalkan 61 penerbangan.

Baca Juga: Ledakan Kembali Guncang Dubai, Asap Terlihat di Pusat Kota

Dengan pembatasan satu penerbangan per hari, setiap maskapai asing hanya dapat mengoperasikan sekitar 30 hingga 31 penerbangan per bulan, jauh lebih sedikit dibandingkan ratusan penerbangan harian yang dijalankan Emirates dan flydubai berdasarkan data Flightradar24.

IndiGo dalam pernyataannya kepada Reuters menyebut krisis di Timur Tengah serta pembatasan tambahan di Dubai secara signifikan membatasi operasional mereka, mengingat sebelumnya mereka telah mengantongi persetujuan untuk menjalankan hingga 15 penerbangan harian dari India ke Dubai.

x|close