Kemdiktisaintek Kucurkan Rp1,7 Triliun untuk 18 Ribu Riset 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 21:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ditemui usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Persiden Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ditemui usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Persiden (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mengumumkan penerima pendanaan riset dan pengembangan tahun 2026 dengan total anggaran Rp1,7 triliun untuk mendukung 18.215 kegiatan di perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi kepada para penerima pendanaan atas dedikasi dalam menyiapkan proposal riset dan pengabdian kepada masyarakat.

“Selamat kepada seluruh penerima. Ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam menyiapkan diri bersama tim, berkolaborasi dengan dosen dan peneliti,” ujar Brian Yuliarto di Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Baca Juga: Kemendiktisaintek Respons Santai Pemanggilan Menteri Satryo Brodjonegoro oleh DPR

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha agar hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

“Mari jadikan sains dan teknologi sebagai penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi demi Indonesia yang mandiri dan berdaya saing,” katanya.

Pendanaan ini menjangkau dosen dari 38 provinsi, dengan komposisi 40 persen berasal dari perguruan tinggi negeri dan PTN berbadan hukum, serta 60 persen dari perguruan tinggi swasta.

Dari sisi sektor, bidang kesehatan memperoleh porsi terbesar sebesar 27 persen, diikuti ketahanan pangan 25 persen, hilirisasi dan industrialisasi 16 persen, serta digitalisasi—termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor—sebesar 15 persen. Sektor energi mendapat 7 persen, sementara manufaktur dan material maju, serta maritim masing-masing 4 persen, dan pertahanan 2 persen.

Pada Program Penelitian, sebanyak 13.028 proposal lolos dari 83.284 usulan dengan total pendanaan Rp1,04 triliun, yang difokuskan pada penguatan kapasitas riset dosen serta pengembangan riset dasar dan terapan.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menetapkan 3.328 tim penerima dari 15.728 usulan dengan total Rp167 miliar, dengan fokus pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi, terutama di wilayah 3T dan kelompok rentan.

Untuk Program Hilirisasi Riset Prioritas, sebanyak 925 proposal dari 2.488 usulan mendapatkan pendanaan Rp318 miliar guna mendorong pemanfaatan hasil riset melalui transfer teknologi dan kemitraan industri.

Sementara itu, Program Pengujian Model dan Prototipe mendanai 354 proposal dengan total Rp46 miliar untuk menyempurnakan hasil riset agar siap digunakan secara luas.

Baca Juga: Prabowo Minta Kemendiktisaintek Fokus Riset untuk Dorong Industri Dalam Negeri dan Pendapatan Negara

Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) menetapkan 102 konsorsium penerima dengan total pendanaan Rp62,4 miliar, serta 17 Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) menerima Rp7,85 miliar untuk penguatan kelembagaan riset.

Program Mahasiswa Berdampak mendanai 202 kegiatan senilai Rp21,9 miliar dengan melibatkan 10.090 mahasiswa yang diterjunkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk membantu pemulihan pascabencana.

Selain itu, Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) mendanai 244 karya dengan total Rp17,5 miliar, serta Program PHC-Nusantara yang mendukung 15 riset kolaborasi Indonesia–Prancis dengan anggaran Rp2,2 miliar.

Kemdiktisaintek menyampaikan bahwa informasi status pendanaan dapat diakses melalui sistem BIMA dan Hiliriset sesuai program yang diikuti.

(Sumber: Antara)

x|close