Viral Penumpang Tahan Pintu Whoosh di Padalarang, Ganggu Sistem Kereta Cepat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 10:34
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar/pri.) Arsip foto - Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT KCIC mengecam tindakan seorang penumpang yang menahan pintu Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) saat berhenti di Stasiun Padalarang pada Selasa, 7 April 2026. Insiden terjadi pada perjalanan rute Padalarang–Halim dan berdampak langsung pada operasional keberangkatan kereta.

Peristiwa bermula ketika pintu kereta sudah dalam proses menutup, namun penumpang tersebut menahannya karena menyadari barang miliknya tertinggal di peron. Tindakan tersebut mengganggu sensor pada sistem pintu otomatis, sehingga proses penutupan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Akibat gangguan tersebut, perjalanan Whoosh mengalami keterlambatan. Jadwal keberangkatan yang semula ditetapkan pukul 07.23 WIB harus mundur dan baru dapat dilakukan pada pukul 07.25 WIB.

Baca Juga: Kemkomdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perluas 5G

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan bahwa tindakan menahan pintu kereta tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

"Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan,” ujar Eva dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa setiap rangkaian Whoosh telah dilengkapi sistem pintu otomatis yang menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan perjalanan. Intervensi secara paksa terhadap pintu tersebut berisiko mengganggu sistem kerja dan berpotensi menimbulkan kerusakan dalam jangka panjang.

Untuk mengantisipasi hal serupa, KCIC telah menempatkan petugas baik di peron maupun di dalam kereta guna memastikan seluruh penumpang telah berada di dalam sebelum pintu ditutup. Penumpang diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama.

Baca Juga: Trump Ultimatum Eropa untuk Amankan Selat Hormuz

Selain itu, penumpang juga diminta untuk lebih teliti dalam memastikan seluruh barang bawaan telah dibawa sebelum memasuki kereta, mengingat barang bawaan merupakan tanggung jawab masing-masing.

Jika terjadi barang tertinggal, penumpang tidak disarankan mengambil tindakan sendiri yang berisiko mengganggu operasional. Sebaliknya, mereka dapat berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta untuk penanganan lebih lanjut melalui layanan Lost and Found yang disediakan KCIC.

Dalam kasus ini, penumpang yang terlibat telah diberikan teguran agar tidak mengulangi perbuatannya.

"KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh," tutup Eva.

x|close